nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

10 Orang Ditangkap Dalam Pernikahan Gay di Tanzania

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 08 November 2018 09:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 08 18 1974911 10-orang-ditangkap-dalam-pernikahan-gay-di-tanzania-tdSeiBBSIK.jpg Ilustrasi.

DODOMA - Sepuluh orang ditangkap atas tuduhan melangsungkan upacara pernikahan sesama jenis di Pulau Zanzibar, Tanzania. Penangkapan yang terjadi pada Sabtu malam di sebuah resor pantai itu merupakan salah satu dari sejumlah tindakan keras terhadap kaum homoseksual yang diambil pihak berwenang Tanzania dalam beberapa tahun terakhir.

BBC, Kamis (8/11/2018) melaporkan, bahwa semua yang ditangkap masih ditahan di kantor polisi dan belum dijatuhi tuntutan apa pun.

BACA JUGA: Gubernur di Tanzania Bentuk Regu Anti-Gay untuk Buru Komunitas LGBT

Berdasarkan keterangan dari Amnesty International, enam pria lainnya melarikan diri setelah polisi yang mendapat laporan dari publik, menggerebek pesat pernikahan sejenis itu.

Wakil Direktur Amnesty wilayah Afrika Timur, Seif Magango, mengatakan bahwa dirinya heran “bagaimana tindakan hanya duduk berpasangan dapat diasumsikan sebagai perbuatan dengan proporsi kriminal ".

Magango menambahkan bahwa dia khawatir orang-orang itu mungkin harus menjalani pemeriksaan dubur paksa dan menyerukan agar mereka segera dibebaskan.

BACA JUGA: Pemerintah Tanzania Jaga Jarak dengan Penindakan LGBTQ

Penangkapan terhadap ke-10 pria itu terjadi sepekan setelah Gubernur Dar Es Salaam, Paul Makonda meminta publik untuk melaporkan nama-nama orang yang diduga gay atau pelaku homoseksual. Makonda bahkan mengatakan akan membentuk tim untuk melacak kaum gay di Tanzania.

Pemerintah Tanzania telah menjauhkan diri dari pernyataan Makonda tersebut dan menyatakan akan “menghormati semua hak asasi manusia (HAM) seperti yang tercantum dalam undang-undangnya”. Undang-undang Tanzania mengategorikan homoseksual sebagai sebuah perbuatan yang ilegal dan perlawanan terhadap kaum penyuka sejenis itu telah dinyatakan oleh Presiden John Magufuli sejak terpilih pada 2015.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini