Penambang Tanzania Raup Miliaran Setelah Temukan Batu Berharga Ketiga dalam Dua Bulan

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 04 Agustus 2020 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 18 2256527 penambang-tanzania-raup-miliaran-setelah-temukan-batu-berharga-ketiga-dalam-dua-bulan-o3PG25w2B9.jpg Saninu Laizer meraup miliaran rupiah menemukan bongkahan tanzanite ketiga dalam dua bulan. (Foto: TBC1)

DODOMA - Seorang penambang skala kecil Tanzania, yang mendadak jadi jutawan setelah menjual dua batu Tanzanite senilai USD3,4 juta (sekiraRp48 miliar) pada Juni kembali bernasib baik dan menemukan batu berharga lain yang dijual seharga USD2 juta (sekira Rp29,4 miliar).

Ini adalah penemuan batu berharga ketiga oleh Saniniu Laizer. Batu yang dia temukan kali ini memiliki berat 6,3 kg.

Tanzanite hanya ditemukan di Tanzania utara dan digunakan untuk membuat ornamen. Batu itu adalah salah satu batu permata paling langka di Bumi, dengan seorang ahli geologi setempat memperkirakan pasokannya mungkin habis dalam 20 tahun ke depan.

Daya tarik tanzanite terletak pada ragam warnanya, termasuk hijau, merah, ungu dan biru.

Nilainya ditentukan oleh kelangkaan - semakin halus warna atau kejernihannya, semakin tinggi harganya.

BACA JUGA: Temukan 15 Kg Batu Mulia Langka, Penambang Kecil Mendadak Jadi Miliarder

Pada Juni Lazier menemukan dua bongkah tanzanite seberat 9,2 kilogram dan 5,8 kilogram. Saat itu dia mengatakan hasil penjualan kedua batu itu akan digunakan untuk berinvestasi di komunitasnya di Distrik Simanjiro, Manyara Utara, Tanzania, dan menggelar pesta.

Setelah penemuan terbarunya, pada Senin (2/8/2020), ayah dari lebih dari 30 anak itu mengatakan akan menggunakan uang hasil penjualan untuk membangun sekolah dan fasilitas kesehatan di Simanjiro.

Lazier juga mendorong sesama penambang skala kecil untuk bekerja dengan pemerintah, mengatakan bahwa pengalamannya adalah contoh yang baik.

Dua batu Tanzanite terbesar yang pernah ditambang di Tanzania. (Foto: Kementerian Mineral Tanzania)

"Menjual kepada pemerintah berarti tidak ada jalan pintas ... mereka transparan," katanya dalam sambutannya pada sebuah upacara di tambang Mirerani utara.

Menurut laporan BBC, penambang rakyat sering mengeluh tentang keterlambatan pembayaran royalti mereka oleh pemilik tambang.

Berbicara kepada BBC setelah penemuan pertamanya, Lazier mengatakan rezeki yang diperolehnya tidak akan mengubah gaya hidupnya. Dia mengatakan tetap berencana untuk terus menjaga 2.000 sapinya, dan merasa tidak perlu tindakan pencegahan tambahan meskipun kini berlimpah harta.

Beberapa penambang skala kecil seperti Laizer memperoleh lisensi pemerintah untuk menambang di wilayah prospek bagi tanzanite, tetapi penambangan ilegal banyak terjadi terutama di dekat tambang yang dimiliki oleh perusahaan besar.

Pada 2017, Presiden Magufuli memerintahkan militer untuk membangun tembok sepanjang 24 km di sekitar lokasi penambangan Merelani di Manyara, yang diyakini sebagai satu-satunya sumber Tanzanite di dunia.

Setahun kemudian, pemerintah melaporkan peningkatan pendapatan di sektor pertambangan dan menghubungkan kenaikan tersebut dengan pembangunan tembok.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini