"Korban didapati ada dua luka tembak di tubuhnya. Setelah itu tim Vipers gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa keterangan saksi-saksi yang mendengar letusan senjata api saat kejadian," kata Ferdy di Mapolres Tangsel, Senin (12/11/2018).
Dari data informan, polisi lantas mengetahui jika pelaku penembakan adalah bagian dari komplotan yang baru saja beraksi. Setelah didapati identitas dan ciri-cirinya, polisi melakukan pengejaran kepada Mulyawan (25), pelaku kedua yang bertugas sebagai joki ketika pelaku utama, Hendra.
"Tersangka kedua ini berhasil kita amankan lebih dulu, kemudian baru berkembang kepada tersangka satu (Hendra). Saat akan disergap, tersangka kedua ini berusaha melarikan diri, sehingga terpaksa kita lumpuhkan," jelas Ferdy.

Tanpa waktu lama, personel anti bandit Tim Vipers berhasil membekuk pula pelaku utama, Hendra. Namun ketika diminta menunjukkan senjata api yang digunakannya saat beraksi, Hendra justru berupaya mengambil senpi tersebut dan mengarahkan ke petugas kepolisian.