nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kanada Sudah Dengarkan Rekaman Pembunuhan Jamal Khashoggi

Agregasi VOA, Jurnalis · Selasa 13 November 2018 02:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 13 18 1976947 kanada-sudah-dengarkan-rekaman-pembunuhan-jamal-khashoggi-EqiYKzk8vi.jpg PM Kanada Justin Trudeau (Reuters)

KANADA - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan negaranya telah mendengarkan rekaman yang diberikan oleh pemerintah Turki, tentang kematian jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, yang tewas di konsulat Saudi di Istanbul bulan lalu.

“Kanada telah mendapat laporan sepenuhnya tentang apa yang harus dibagikan oleh Turki,” kata Trudeau, Senin (12/11/2018).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan hari Sabtu mengatakan ia membagikan rekaman tersebut dengan Inggris, Perancis, Jerman, Arab Saudi dan Amerika Serikat.

Khashoggi tewas setelah mengunjungi konsulat Saudi di Istanbul pada tanggal 2 Oktober lalu.

Pada awalnya, Arab Saudi mengatakan Khashoggi telah keluar dari konsulat itu dan bahwa keberadaannya tidak diketahui. Saudi kemudian mengubah cerita itu dan mengatakan Khashoggi tewas dalam perkelahian dengan adu jotos.

Pernyataan itu kemudian diubah lagi bahwa Khashoggi tewas karena dicekik. Sejak itu, jaksa Kerajaan Saudi menyebut pembunuhan itu direncanakan, tetapi tidak mengatakan siapa yang merencanakan atau menyetujuinya.

Jamal Khashoggi (AFP)

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pekan lalu bahwa setelah beberapa percakapan dengan Raja Salman dari Saudi, Turki yakin bahwa sang raja tidak terlibat dalam kasus itu.

(Baca juga: Di Mana Jasad Jamal Khashoggi?)

Namun, Cavusoglu mengatakan bahwa tim 15 orang yang dituduh melakukan perjalanan ke Turki untuk bertindak sebagai tim pembunuh tidak akan melakukan tindakan itu sendiri, dan bahwa penyidik perlu menemukan siapa yang memberikan perintah itu.

(Baca juga: Turki Tuduh Saudi Kirim Ahli Racun dan Kimia untuk Tutupi Pembunuhan Khashoggi)

Turki mengatakan bahwa Khashoggi, seorang jurnalis yang tinggal di Amerika, yang secara regular menulis kolom untuk harian Washington Post bersikap kritis terhadap Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman, dicekik segera setelah ia memasuki konsulat itu, tubuhnya dimutilasi, dan kemudian dihancurkan, kemungkinan dilarutkan dalam cairan asam sulfat.

Sejauh ini belum ditemukan jejak sisa-sisa tubuh Khashoggi.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini