nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Din Syamsuddin: Kolaborasi Rusia-Dunia Islam Jadi Alternatif Atasi Masalah Peradaban

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis · Selasa 13 November 2018 07:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 13 18 1976977 din-syamsuddin-kolaborasi-rusia-dunia-islam-jadi-alternatif-atasi-masalah-peradaban-naQ4t9p4lp.jpg Din Syamsuddin pada pertemuan Rusia-Dunia Islam di Dagestan. (Ist)

DAGESTAN - Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan kolaborasi Rusia-dunia Islam dapat menjadi alternatif terhadap penyelesaian masalah peradaban dewasa ini. Hal tersebut karena pada kenyataannya, kedua pihak memiliki potensi besar, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam, yang jika dipadukan akan menjadi kekuatan efektif dunia.

Hal tersebut diungkapkan Din pada Pertemuan Tahunan Ke-4 Grup Visi Strategis Rusia-Dunia Islam yang berlangsung di Makhachkala, Republik Dagestan, Rusia. Pertemuan dihadiri sekitar 40 tokoh dari 22 negara muslim dan dari Federasi Rusia.

Pada pembukaan acara itu, hadir Presiden Republik Tatarstan, Rustam Minikhanov yang juga Ketua Grup, Presiden Republik Dagestan Vladimir Vasiliev, dan Sekjen Grup Ambassador Veniamin Popov.

Din Syamsuddin yang sudah menjadi anggota Grup Visi Strategis sejak 2007 menegaskan, berbagai krisis yang melanda dunia dewasa ini, sejak krisis pangan, krisis energi, krisis lingkungan, sejatinya merupakan krisis moral. Menurutnya, perlu solusi yang tepat dan kolaborasi antar agama dan bangsa untuk mengatasi krisis itu. Oleh karena itu, menurut Din, kolaborasi Rusia-Dunia Islam perlu mengambil bentuk kerja sama nyata dalam berbagai bidang peradaban, baik ekonomi dan perdagangan, pendidikan dan budaya, maupun politik dan militer.

Din Syamsuddin pada pertemuan Rusia-Dunia Islam di Dagestan. (Ist)

“Kerja sama itu sudah dimulai baik secara multilateral maupun bilateral antara Rusia dan salah satu negara Islam,” kata Din dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Selasa (13/11/2018).

Namun, Din menjelaskan, adalah sangat mendesak untuk ditingkatkan terutama dgn pergeseran geopolitik dan geoekonomi dunia dari Atlantik ke Pasifik dengan munculnya kawasan Asia Timur. Secara khusus kolaborasi Rusia-Dunia Islam perlu mengantisipasi kemunculan China dengan ambisi Belt and Road Iniative-nya. Ambisi tersebut, menurutnya, perlu direspons positif dan menghalanginya agar tidak menjadi kekuatan hegemoni baru di dunia.

“Dalam kaitan ini, hubungan Rusia-Dunia Islam perlu berlanjut pada kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan meningkatkan investasi masing-masing,” katanya.

Din Syamsuddin pada pertemuan Rusia-Dunia Islam di Dagestan. (Ist)

Ia melanjutkan, dalam bidang pendidikan tinggi terutama dengan saling tukar-menukar mahasiswa dan dosen, serta kerja sama dalam bidang pengkajian dan penelitian.

Pertemuan Grup Visi Strategis Rusia-Dunia Islam berlangsung setiap tahun dengan tempat berpindah-pindah. Sebelumnya beberapa kali acara digelar di Moskow, di Kazan, Grozny City, dan sekarang di Ibu Kota Dagestan, Makhachkala.

(Baca Juga : Amnesty International Cabut Penghargaan Suu Kyi karena Gagal Atasi Kekerasan Terhadap Rohingya)

Pada kesempatan pertemuan di Makhachkala, Din Syamsuddin, yang juga Pengasuh Pesantren Modern Internasional Dea Malela di Sumbawa, menawarkan beasiswa bagi anak-anak Muslim Rusia untuk belajar ke Sumbawa. Sekadar diketahui, sebelumnya sudah ada empat santri dari Rusia di antara 46 santri dari berbagai negara yang belajar di Sumbawa.

(Baca Juga : Kanada Sudah Dengarkan Rekaman Pembunuhan Jamal Khashoggi)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini