nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Lanny Jaya Mengungsi Akibat Teror KKB Papua, Pemda Siapkan 22 Ton Beras

Edy Siswanto, Jurnalis · Rabu 14 November 2018 17:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 14 340 1977831 warga-lanny-jaya-mengungsi-akibat-teror-kkb-papua-pemda-siapkan-22-ton-beras-QMzdPqHjIu.jpg ilustrasi

JAYAPURA - Pemerintah daerah Kabupaten Lanny Jaya menyiapkan sedikitnya 22 Ton beras dan bahan makanan untuk warga yang mengungsi akibat ulah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diwilayah distrik Balingga Kabupaten Lanny Jaya.

Untuk diketahui, berdasar informasi Sekda Lanny Jaya, Christian Sohilait kepada Okezone melalui sambungan telepon Rabu (14/11) siang, dua kampung yang berdekatan dengan markas KKB Purom Wenda di kampung Towemalo yakni kampung Yalo dan Timonikime harus turun ke Balingga akibat teror kelompok Purom.

"Kami sudah siapakan 22 ton beras dan bahan makanan lain di sini. Saya sudah sampaikan ke kepala-kepala kampung disana untuk mengambil jika mereka kekurangan makanan. Tapi mereka jawabnya belum. Mereka itu masih ada kebun, masih ada ubi dan jagung, jadi jangan bilang mereka kelaparan," kata Sekda Christian Sohilait.

Sekda juga geram atas komentar Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengatakan masyarakat di wilayah itu kelaparan dan cibiran lain saat pihak TNI/ Polri melakukan pengejaran KKB.

(Baca Juga: Usai Turunkan Penumpang, Tukang Ojek Ditembak Anggota KKB Papua)

"Mereka itu tidak tahu kondisi di sini. Mereka mengungsi juga ke keluarga mereka yang ada Balingga, dan di sana mereka hidup biasa, kebun mereka masih ada. Saya sampaikan yang menjadi masalah adalah adanya KKB yang meresahkan itu," ucapnya.

Sekda menegaskan jika pihak yang tidak mengerti kondisi Balingga dan sekitarnya tidak perlu bersuara kritis. Dikatakan, upaya pengejaran oleh aparat sudah benar dan harus dilakukan. Pasalnya tindakan KKB pimpinan Purom Wenda sudah memberikan rasa takut dimasyarakat.

"Kami dan masyarakat berkomitmen untuk pembangunan. Kita mau aman. Karena itu mereka yang didaerah aman jangan berkomentar. Kami mau daerah kami aman, oleh karena itu kelompok ini harus diberantas," tegasnya.

Dikatakannya, pihak-pihak yang berkoar negatif atas upaya pengejaran kelompok ini oleh aparat untuk tidak perlu nyinyir. Christian geram dan menyebut kelompok itu untuk menempatkan pimpinan KKB yang eksis melakukan gangguan keamanan ini ke wilayahnya.

"Kami yang ingin daerah kami aman. Kalau ada kelompok yang tinggal di daerah aman, lalu bicara, maka baiknya bawa Purom Wenda ke daerahmu, mau kah tidak?" ujarnya geram.

Pihaknya berharap warga membuka hati atas kondisi di Balingga dan sekitarnya. Akibat ulah KKB, infrastruktur, pendidikan dan sarana lain tidak optimal. Malah warga gelisah dan dalam rasa takut akibat tekanan.

"Kalau bicara Papua Merdeka itu semua urus, jangan bilang besok merdeka besok merdeka, lalu sepuluh tahun dua puluh tahun tidak jelas lalu saya punya anak di Balingga menderita batin. Belum belum merdeka mereka jadi bodoh. Itu tidak boleh terjadi. Oleh karena itu kami pemerintah bertanggung jawab kepada seluruh warga masyarakat yang ada di Balingga," tegasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini