Tiga Kali Prabowo-Sandi Minta Maaf, Kubu Jokowi: Tak Semua Bisa Selesai dengan Maaf

Bayu Septianto, Okezone · Rabu 14 November 2018 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 14 605 1977693 tiga-kali-prabowo-sandi-minta-maaf-kubu-jokowi-tak-semua-bisa-selesai-dengan-maaf-wekEJkyxXJ.jpg Wakil Ketua Tim Koalisi Indonesia Kerja Abdul Kadir Karding (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding memuji sikap pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang tiga kali meminta maaf atas kesalahan yang telah dilakukan selama kampanye.

Namun, Karding meminta kepada pasangan Prabowo-Sandi untuk melakukan introspeksi diri sehingga tak melakukan kesalahan lagi ke depannya. Pasalnya, tak semua kesalahan dalam tindakan politik bisa diselesaikan hanya dengan minta maaf.

"Kalau semua tindakan-tindakan politik berdampak besar terutama berdampak negatif itu hanya selesai dengan minta maaf, saya kira ke depan orang-orang akan banyak berbuat tanpa dipikir, berbuat seenaknya, berbuat dengan grusa-grusu, asal ngomong dan sebagainya tanpa memikirkan dampaknya, dan setelah itu minta maaf. Selesai urusan," ujar Karding saat dihubungi, Rabu (14/11/2018).

Menurut Karding dalam kehidupan politik, setiap omongan dan kebijakan memiliki dampak luas bagi kehidupan masyarakat. Tak hanya positif, kadang dampaknya juga menjadi negatif sehingga harus benar-benar dipikirkan sebelum bertindak.

"Jadi harus mulai dipikirkan agar semua tindakan dibagun atas sikap dan tindakan yang betul-betul berhati-hati, betul-betul tidak asal ngomong, betul-betul tidak asal bertindak, atau saya kira rakyat kita harus memahami secara kritis bahwa minta maaf itu penting tetapi jangan begitu saja menerima," pungkasnya.

(Baca Juga: Prabowo-Sandi 3 Kali Minta Maaf, Kubu Jokowi-Ma'ruf: Apa Layak Dipercaya?)

Sebelumnya Pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno terhitung tiga kali meminta maaf kepada publik sejak kampanye Pilpres di mulai.

Dalam kurun waktu satu setengah bulan, Prabowo telah dua kali meminta maaf, yang pertama atas kasus hoaks Ratna Sarumpaet dan kedua atas ungkapan ‘tampang Boyolali’. Sedangkan Sandi mengaku salah dan meminta maaf karena melangkahi makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini