Share

Pakistan Panggil Utusan AS terkait Komentar Trump soal Bin Laden

Agregasi VOA, · Rabu 21 November 2018 04:42 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 21 18 1980433 pakistan-panggil-utusan-as-terkait-komentar-trump-soal-bin-laden-B10Mx5trX0.jpg Kedubes AS di Kabul Afghanistan pada 20 Januari 2016. (Foto: Reuters)

PAKISTAN pada Selasa 20 November 2018 memanggil diplomat tertinggi Amerika Serikat di Islamabad. Pemanggilan untuk memprotes tuduhan Presiden Donald Trump bahwa Pakistan memberikan tempat berlindung bagi mendiang pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, meskipun mendapat bantuan miliaran dolar dari AS.

Menteri Luar Negeri Pakistan Tahmina Janjua mengatakan kepada diplomat AS Paul Jones bahwa retorika tak berdasar seperti itu sama sekali tidak bisa diterima. Pernyataan itu juga mengklaim bahwa kerja sama dari Dinas Intelijen Pakistan telah memberi bukti pendahuluan penting yang membantu Washington melacak Bin Laden.

AS dan Afghanistan telah lama menuduh Pakistan memberi perlindungan bagi para militan, sebuah tuduhan yang dibantah Pakistan.

Pasukan khusus AS membunuh Bin Laden dalam serangan Mei 2011 di Abbottabad, Pakistan. Ia diyakini tinggal secara rahasia di sebuah rumah dekat sebuah akademi militer terkenal. Pakistan membantah mengetahui keberadaan Bin Laden sebelum serangan itu, yang dilangsungkan tanpa sepengetahuan Islamabad.

Osama bin Laden. (Foto: AP)

Pakistan belakangan menangkap Dr Shakil Afridi yang melangsungkan usaha vaksinasi pura-pura di Abbottabad untuk membantu CIA mengukuhkan keberadaan Bin Laden.

Dalam sebuah wawancara di Fox News Sunday, Trump mengatakan, "Semua orang di Pakistan mengetahui Bin Laden berada di sana, namun tak seorang pun melaporkan, meski AS menyediakan bantuan 1,3 miliar dolar per tahun bagi negara itu. Pernyataan Trump tersebut mengundang reaksi marah di Pakistan.

Perdana menteri baru Pakistan Imran Khan menyatakan melalui Twitter bahwa Pakistan merugi 123 miliar dolar dalam perang AS melawan terorisme.

Ia juga menyatakan sekira 75 ribu orang menjadi korban dalam perang itu meski tak ada seorang Pakistan pun terlibat dalam serangan 11 September di AS.

Imran menerangkan, bantuan AS sebesar 20 miliar dolar hanya jumlah kecil untuk menutup kerugian besar Pakistan.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini