nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Motif Penembakan Petugas PPS di Sampang

Syaiful Islam, Jurnalis · Jum'at 23 November 2018 09:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 23 519 1981607 ini-motif-penembakan-petugas-pps-di-sampang-uPFBh1hcgG.jpg ilustrasi

SURABAYA - Motif dari kasus penembakan terhadap anggota Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS) di Kabupaten Sampang, Subaidi (40), akhirnya terkuak setelah penyidik memintai keterangan dari sejumlah saksi dan pelaku penembakan, Idris (30).

Pelaku mengaku tersinggung terhadap ulah Subaidi. Pasalnya pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pasang gigi ini mengunggah sebuah video klarifikasi pelaku ke dalam facebook. Sehingga terjadi perselisihan.

"Motif dari kasus itu (penembakan anggota PPS di Sampang) karena pelaku tersinggung pada korban yang telah mengunggah video klarifikasi pelaku ke facebook," terang Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, Jumat (23/11/2018).

Namun Barung enggan menjelaskan dengan detail video klarifikasi seperti apa yang diunggah. Dalam kasus itu, polisi menyita sejumlah barang bukti (BB) meliputi sepeda motor nopol M 4384 PU warna hitam beserta helmnya.

(Baca Juga: Petugas PPS Korban Penembakan di Sampang Akhirnya Meninggal)

"Disusul sebuah HP, jaket kulit warna hitam, tas berisi peralatan gigi dan daun yang ada noda merah diduga darah korban. Anggota polres Sampang juga sudah melakukan olah TKP. Namun masih mencari proyektil yang sampai saat ini belum ditemukan," tandas Barung.

Seperti diketahui, sebelum kejadian korban dihubungi melalui telepon oleh pasien untuk pasang gigi ke Desa Sokobanah Laok pada Rabu 21 November 2018. Kemudian korban berangkat untuk datang ke rumah pasien tersebut.

Di tengah perjalanan, tepatnya di Dusun Gimbuk Desa Sokobanah Laok, Kecamatan Sokobanah korban bertemu dengan pelaku. Kemudian terjadilah penembakan. Korban terjatuh bersimbah darah dengan luka tembak pada bagian dada kiri.

Warga yang mengetahui kejadian itu menolong korban dengan dibawa ke Puskesmas Tamberu Barat. Kemudian dirujuk ke RSUD Pamekasan. Karena kondisinya parah, korban dirujuk ke RSU Dr Soetomo Surabaya. Tapi korban akhirnya meninggal dunia pada Kamis dinihari.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini