nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masuk Zona Merah Peredaran Narkoba, BNN Sumsel Tingkatkan Pengawasan

Antara, Jurnalis · Jum'at 23 November 2018 13:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 23 610 1981670 masuk-zona-merah-peredaran-narkoba-bnn-sumsel-tingkatkan-pengawasan-plZrzJAafi.jpg Ilustrasi BNN (foto: Okezone)

PALEMBANG - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan terus meningkatkan pengawasan daerah yang tergolong zona merah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, zat adiktif, dan obat-obatan terlarang lainnya.

"Beberapa daerah yang dipetakan sebagai zona merah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, zat adiktif, dan obat-obatan terlarang lainnya (narkoba) yang perlu dilakukan pengawasan intensif seperti Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, dan Pali," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan Brigjen Jhon Turman Panjaitan, di Palembang, Jumat (23/11/2018).

(Baca Juga: Sepanjang 2018, Pengungkapan Kasus Sabu-Sabu di Sumsel Meningkat) 

Menurut dia, di daerah zona merah tersebut, selain meningkatkan penegakan hukum pihaknya juga mengajak masyarakat setempat untuk berpartisipasi mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap di lingkungan keluarga dan permukimannya.

Ilustrasi Narkoba (foto: Shutterstock)Ilustrasi Narkoba (foto: Shutterstock) 

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, menggalakkan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dan sanksi hukum yang cukup berat jika terbukti mengkonaumsi. Menyimpan, dan mengedarkan barang terlarang itu.

"Melalui kegiatan sosialisasi itu diharapkan bisa meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya narkoba dan memotivasi mereka melakukan gerakan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan permukiman dan keluarganya, serta berpartisipasi mempersempit peredaran barang terlarang itu," kata Turman.

(Baca Juga: 57 Kg Sabu dan 66 Ribu Ekstasi Dimusnahkan BNN) 

Dia juga menjelaskan, pemberantasan narkoba di kawasan permukiman yang tergolong zona merah itu memerlukan dukungan dari semua pihak dan lapisan masyarakat, sedangkan tindakan pencegahan perlu dilakukan sejak dari rumah atau lingkungan keluarga.

"Dengan kepedulian bersama dan penegakan hukum secara tegas, diharapkan dapat mempercepat upaya pemberantasan peredaran barang terlarang yang dapat merusak mental dan moral masyarakat itu serta mencegah timbulnya korban baru," pungkas Turman.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini