Share

Moeldoko Ajak Ulama dan Santri Tangkal Hoaks

Mulyana, Okezone · Minggu 25 November 2018 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 25 605 1982479 moeldoko-ajak-ulama-dan-santri-tangkal-hoaks-WehCkZSbZb.jpg Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Ponpes Al Muhajirin Purwakarta, Jabar, Minggu (25/11/2018). (Foto : Mulyana/Okezone)

PURWAKARTA – Ribuan ulama dan santri yang tersebar di pesantren se-Jawa, berkumpul di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (25/11/2018). Dalam kesempatan itu, turut hadir Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.

Dalam kegiatan bertema “Halaqoh Ulama Se-Jawa” di Ponpes Al Muhajirin Purwakarta tersebut, mantan Panglima TNI tersebut turut mengajak warga untuk tidak terjebak dengan berita hoaks atau kampanye hitam. Apalagi, menjelang Pilpres 2019.

"Saat ini, banyak sekali isu, hoaks, dan kampanye hitam yang menyerang Presiden Jokowi. Kami berharap, ulama dan para santri menjadi penyeimbang dalam kondisi politik saat ini yang kian memanas," ujarnya di lokasi.

Menurut dia, serangan terhadap presiden yang juga capres nomor urut 01 ini sudah sangat luar biasa. Sebut saja salah satu contohnya, mengenai isu tentang 10 juta tenaga kerja asing asal China yang masuk ke Indonesia atau isu mengenai Jokowi PKI.

Dia berpendapat, jika isu-isu liar seperti itu terus dibiarkan, akan menjadi gorengan bagi lawan politik Jokowi. Karena itu, pihaknya meminta kepada ulama dan para santri untuk tidak terjebak dalam situasi seperti ini. Di sisi lain, ulama dan santri harus menjadi penyeimbang dari pemberitaan-pemberitaan negatif seperti itu.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di Ponpes Al Muhajirin Purwakarta, Jabar, Minggu (25/11/2018). (Mulyana)

Dia menambahkan, salah satu upaya untuk meredam isu yang digoreng ini bisa dengan menyuarakan prestasi selama kepemimpinan Presiden Jokowi. Salah satunya, mengenai keberhasilan pembangunan infrastruktur.

Terbukti, saat ini pembangunan infrastruktur tidak hanya tersentral di satu wilayah saja. Tapi, juga hampir merata di seluruh daerah di Nusantara, seperti di Jawa, Sumatera, atau Bali.

Bahkan, saat ini pembangunan pun telah merata mulai dari kota hingga pelosok desa. Termasuk, wilayah Indonesia timur. Sebab, pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari peradaban.

"Presiden kita ingin infrastruktur terkoneksi mulai dari darat, laut, hingga udara," ujarnya.

Dengan konektivitas ini, dia kembali menambahkan, diharapkan akulturasi budaya, sosial, serta ekonomi rakyat bisa meningkat. Sehingga, kesejahteraan warga Indonesia juga mengalami perubahan ke arah yang lebih baik lagi.

(Baca Juga : Jokowi : Ada Majelis Taklim Gara-Gara Pemilihan Presiden Tidak Saling Menyapa)

Apalagi, sambung dia, mulai tahun depan pembangunan akan juga mengarah pada peningkatan kualitas SDM supaya terjadi pergerakan di sektor pendidikan. Salah satunya, di lingkungan pondok pesantren.

Peningkatan kualitas SDM ini, untuk menyeimbangi dengan pergerakan investasi yang terus tumbuh. Dengan begitu, SDM yang ada bisa bersaing dan diterima sesuai dengan kebutuhan industri.

"Ke depan, tak menutup kemungkinan para santri akan menguasi beberapa sektor ekonomi di Indonesia. Kondisi ini jelas harus didorong oleh pemerintah serta, mendapat dukungan dari masyarakat luas. Termasuk, keluarga besar pondok pesantren," pungkasnya.

(Baca Juga : Prabowo: Waktu Muda Saya Salat Sering Bolos, Ketika Mau Perang Cari Kiai Minta Didoakan)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini