nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Dikecam, China Hentikan Penelitian Bayi Hasil Rekayasa Genetika

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Jum'at 30 November 2018 15:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 30 18 1985001 banyak-dikecam-china-hentikan-penelitian-bayi-hasil-rekayasa-genetika-i84AeoObqt.jpg Profesor He Jiankui. (Foto: AFP)

Apa yang kontroversial?

Peralatan rekayasa genetika The Cripsr yang oleh He disebut digunakan bukan hal baru di dunia sains. Peralatan itu pertama kali dibuat pada tahun 2012.

Cara pemakaiannya yaitu dengan menggunakan "gunting molekul" untuk memodifikasi helai DNA tertentu - entah memutus, mengganti atau menjepitnya.

Rekayasa genetika diperkirakan dapat bantu menghindari penyakit turunan dengan menghapus atau mengubah kode genetika bermasalah pada embrio.

Meski demikian, para pakar khawatir modifikasi gen pada embrio dapat membahayakan, bukan hanya bagi bayi tersebut, tapi juga bagi generasi berikutnya yang mewarisi perubahan genetika serupa.

Ratusan ilmuwan, baik di China maupun dari seluruh dunia, serentak mengutuk klaim He.

Profesor Julian Savulescu, pakar etika Universitas Oxford, menyatakan bahwa bila klaim itu benar, "ini adalah eksperimen yang sangat buruk."

"Rekayasa genetika sendiri bersifat eksperimental dan masih berkaitan dengan mutasi yang meleset, yang bisa menyebabkan masalah genetik sejak dini hingga di kemudian hari, termasuk tumbuhnya sel kanker," ujarnya kepada BBC.

"Eksperimen ini justru menempatkan anak-anak yang normal dan sehat dalam bahaya terkena risiko penyuntingan gen, tanpa manfaat yang berarti."

Selain itu, banyak negara —termasuk Inggris— memiliki peraturan yang mencegah praktik modifikasi gen pada embrio untuk kepentingan reproduksi bantuan pada manusia.

Ilmuwan diperbolehkan melakukan penelitian rekayasa genetika pada embrio hasil bayi tabung yang tak digunakan, asalkan embrio-embrio hasil eksperimen tersebut langsung dihancurkan, dan tidak digunakan untuk dikembangkan menjadi bayi.

Menurut Deputi Menteri Sains dan Teknologi China Xu Nanping, China mengizinkan penelitian sel punca embiro bayi tabung maksimal selama 14 hari.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini