Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

MUI: Jangan Ada Dukungan Capres di Reuni 212, Itu Merendahkan Martabat Umat

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Sabtu, 01 Desember 2018 |06:16 WIB
MUI: Jangan Ada Dukungan Capres di Reuni 212, Itu Merendahkan Martabat Umat
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap kegiatan Reuni 212 tidak disusupi gerakan politik dengan mendeklarasikan dukungan terhadap salah satu calon presiden pada Pemilu 2019.

"Jangan sampai forum itu dimanfaatkan untuk gerakan atau sarana gerakan politik, apalagi dipakai untuk dukung-mendukung capres," kata Wakil Ketua Komisi Hukum Perundang-undangan MUI, Ikhsan Abdullah kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (1/12/2018).

Unsur politik dalam Reuni 212 menurutnya bakal melukai perasaan umat karena melenceng dari semangat awal terbentuknya gerakan tersebut.

Ilustrasi.

"Kalau memberikan dukungan ke capres, itu justru merendahkan harkat martabat umat. Kalau seperti itu, jangan atasnamakan 212," pintanya.

(Baca juga: Anies Minta Pemberian Izin Reuni 212 di Monas Tak Dibesar-besarkan)

Kegiatan tersebut, menurut Ikhsan, akan lebih baik dan positif jika diniati untuk menjaga tali persaudaraan, di samping untuk berdoa bersama.

"Kalau untuk pertemuan reuni apapun namanya baik-baik saja sepanjang berdoa bersama, zikir bagi keselamatan bangsa atau peringati Maulid Nabi atau perkokoh silahturahmi antarumat Islam," kata Ikhsan.

Alumni 212 adalah sebuah forum yang dibentuk untuk menampung orang-orang yang pernah terlibat dalam aksi Bela Islam pada Desember 2017. Saat itu, aksi tersebut menuntut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk segera dipenjara karena kasus penodaan agama.

(Qur'anul Hidayat)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement