
(Baca juga: MUI: Jangan Ada Dukungan Capres di Reuni 212, Itu Merendahkan Martabat Umat)
“Dengan minimnya jumlah peserta reuni, kredibilitas Prabowo-Sandi jika hadir akan melorot karena dianggap tidak mampu mengumpulkan massa dan tidak punya pendukung maksimal,” bebernya.
Kedua, lanjut dia, jika unsur elit partai pendukung tidak hadir dalam reuni akan muncul kesan bahwa Prabowo-Sandi sudah ditinggal elit partai pendukungnya.
“Dan jika Reuni 212 itu didominasi kalangan radikal, Prabowo akan dicap sebagai figur pemimpin radikal dan bukan mustahil para pendukungnya akan meninggalkannya atau takut memilihnya di Pilpres 2019,” imbuhnya.