JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap kegiatan Reuni 212 tidak disusupi gerakan politik dengan mendeklarasikan dukungan terhadap salah satu calon presiden pada Pemilu 2019.
"Jangan sampai forum itu dimanfaatkan untuk gerakan atau sarana gerakan politik, apalagi dipakai untuk dukung-mendukung capres," kata Wakil Ketua Komisi Hukum Perundang-undangan MUI, Ikhsan Abdullah kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (1/12/2018).
Unsur politik dalam Reuni 212 menurutnya bakal melukai perasaan umat karena melenceng dari semangat awal terbentuknya gerakan tersebut.

"Kalau memberikan dukungan ke capres, itu justru merendahkan harkat martabat umat. Kalau seperti itu, jangan atasnamakan 212," pintanya.