nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Ini, 2 Perantara Uang Korupsi E-KTP untuk Setya Novanto Divonis

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 11:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 05 510 1987035 hari-ini-2-perantara-uang-korupsi-e-ktp-untuk-setya-novanto-divonis-oVOMRlmkC1.jpg Irvanto Hendra Pambudi di KPK (Okezone)

JAKARTA - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta mengagendakan sidang pembacaan putusan terhadap dua terdakwa perantara uang korupsi e-KTP untuk mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov), hari ini. Kedua terdakwa yakni, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung.

Sidang rencananya digelar sekira pukul 18.30 WIB. "Sidangnya habis magrib," kata Jaksa penuntut umum pada KPK, Abdul Basir saat dikonfirmasi Okezone, Rabu (5/12/2018).

Sebelumnya, tim jaksa telah melayangkan tuntutan terhadap ‎Irvanto dan Made Oka. Keduanya dituntut pidana masing-masing 12 tahun penjara serta diwajibkan membayar denda sebesar Rp1 miliar subsidair enam bulan kurungan.

Adapun, hal yang memberatkan keduanya, menurut jaksa, karena perbuatannya tidak mendukung program pemerintah yang sedang gencar memberantas korupsi. Selain itu, perbuatan keduanya dinilai masif karena menyangkut pengelolaan data kependudukan nasional yang dampaknya masih dirasakan hingga saat ini‎.

 

Setya Novanto (Heru/Okezone)

Irvanto dan Made Oka Masagung juga dianggap berbelit-belit dalam proses penyidikan serta persidangan.

(Baca juga: Dua Perantara Uang Korupsi E-KTP untuk Setnov Dituntut 12 Tahun Penjara)

Sedangkan yang meringankan, keduanya belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya, dan bertindak sopan selama masa persidangan.

Atas perbuatannya, Irvanto dan Made Oka dinilai melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 Tahun 201 tentang pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Baca juga: Keponakan Setnov Akui Serahkan USD100 Ribu ke Aziz Syamsuddin)

‎Sebelumnya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo selaku mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, didakwa turut serta melakukan korupsi proyek e-KTP yang merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun. Dia didakwa bersama-sama dengan seorang pengusaha Made Oka Masagung.

(Baca juga: Cicil Uang Pengganti Korupsi E-KTP, Setnov Titip Sertifikat Tanah ke KPK)

Irvanto didakwa berperan menjadi perantara dalam pembagian fee proyek pengadaan barang atau jasa e-KTP tahun 2011-2013 ‎untuk sejumlah pihak. Irvanto bersama-sama dengan Made Oka juga turut serta memenangkan perusahaan tertentu dalam proyek itu.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini