nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berikut Kode Suap Bupati Jepara hingga Kotak Bandeng Presto

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 19:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 06 337 1987799 berikut-kode-suap-bupati-jepara-hingga-kotak-bandeng-presto-knvStkTMyx.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

 JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya penggunaan sandi atau kode korupsi dalam kasus dugaan suap pengurusan putusan praperadilan yang menyeret Bupati Jepara, Ahmad Marzuki untuk hakim Pengadilan Negeri Semarang, Lasito.

Adapun, sandi-sandi yang diduga digunakan sejumlah pihak dalam kasus tersebut yakni, 'ujian', 'disertasi', dan 'halaman'. Marzuki sendiri diduga menyuap Lasito sebesar Rp700 juta untuk memuluskan putusan praperadilannya.

"Dalam transaksi tersebut Sandi yang teridentifikasi digunakan dalam kasus ini adalah ujian, kemudian disertasi, dan halaman," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (6/12/2018).

(Baca juga: KPK Geledah Kantor Bupati Jepara hingga Rumah Hakim PN Semarang)

Basaria mencontohnya komunikasi yang digunakan sejumlah pihak untuk mengelabui KPK dalam memuluskan uang suap dari Ahmad Marzuki untuk Lasito. "Jadi seribu halaman, disertasinya akan di antar pada saat ujian. Kira-kira gitu kata-katanya," terangnya.

korupsi

Basaria mengatakan, uang yang diserahkan Marzuqi sebesar Rp700 juta terdiri dari mata uang rupiah sebesar Rp500 juta dan dalam bentuk dolar Amerika Serikat (AS) setara Rp200 juta. Uang diserahkan di rumah Lasito, di Solo, Jawa Tengah.

"Dalam bungkusan tas plastik bandeng presto dan uang ditutup dengan kotak bandeng presto agar tidak terlihat," kata Basaria.

Sebelumnya, KPK resmi menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus dugaan suap pemulusan perkara yang sedang ditangani oleh Pengadilan Negeri Semarang. Kedua tersangka itu yakni, Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi dan Hakim PN Semarang, Lasito.

(Baca juga: KPK Tetapkan Bupati Jepara dan Hakim PN Semarang Tersangka Korupsi)

Ahmad Marzuki diduga menyuap Lasito sebesar Rp700 juta untuk memuluskan putusan praperadilan yang sedang berproses di PN Semarang. ‎Uang yang diberikan kepada Lasito diduga untuk mempengaruhi putusan praperadilan yang diajukan oleh Marzuqi.

Adapun, praperadilan tersebut yakni terkait penetapan Ahmad Marzuki sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah di Pengadilan Negeri Semarang tahun 2017.

kpk

Sebagai pihak yang diduga penerima, Lasito disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Sebagai pihak yang diduga pemberi, Ahmad Marzuki, disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.‎

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini