nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Geledah Kantor Perum Jasa Tirta ll, Penyidik KPK Sita Barbuk Penting

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 19:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 07 337 1988299 geledah-kantor-perum-jasa-tirta-ll-penyidik-kpk-sita-barbuk-penting-5bTEDzB557.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti (barbuk) penting usai menggeledah sejumlah lokasi terkait kasus ‎dugaan korupsi dalam pengadaan pekerjaan jasa konsultasi di Perum Jasa Tirta II Tahun 2017. ‎Barang bukti penting tersebut berupa dokumen.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah merincikan sejumlah ruangan yang digeledah di kantor Perum Jasa Tirta II di Purwakarta. Sejumlah ruangan tersebut yakni, ruang direktur utama, ruang ULP, ruang divisi keuangan dan akutansi, serta ruang divisi renstra dan litbang.

"Untuk kepentingan pengembangan penyidikan, tim penyidik pada 4 Desember 2018 melakukan penggeledahan sejumlah ruangan di Kantor Perum Jasa Tirta ll di Purwakarta," kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).

 (Baca juga: KPK Tetapkan Dirut PJT II Tersangka Korupsi Pekerjaan Jasa Konstruksi)

Tim menemukan sejumlah bukti penting yang berkaitan dengan kasus ini. bukti ‎tersebut nantinya akan menjadi tambahan bukti permulaan yang telah dikantongi KPK untuk dibuktikan di persidangan.

"Dari sejumlah ruangan tersebut disita dokumen-dokumen terkait pengadaan dan barang bukti elektronik," terangnya.

 kor

Tak hanya menyita barang bukti, tim penyidik juga telah mememeriksa sebelas saksi untuk penyidikan Direktur Utama (Dirut) Perum Jasa Tirta (PJT) II, Djoko Saputro (DS) ‎dan pihak swasta Andririni Yaktiningsasi (YS).

"Sejak diterbitkan sprindik atas nama kedua tersangka, sekurangnya penyidik telah memeriksa 11 orang saksi dari unsur Pejabat dan Pegawai Perum Jasa Tirta II," pungkasnya.

 (Baca juga: KPK Periksa 5 Pejabat PJT II di Aula Mapolres Purwakarta)

Sebelumnya, KPK menetapkan Direktur Utama (Dirut) Perum Jasa Tirta (PJT) II, Djoko Saputro (DS) dan pihak swasta Andririni Yaktiningsasi (AY) sebagai tersangka kasus dugan korupsi dalam pengadaan pekerjaan jasa konsultasi di Perum Jasa Tirta II Tahun 2017.

Atas perbuatan tersebut, Djoko dan Andririni disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 kor

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini