nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sering Beraksi Sadis, Komplotan Begal di Bekasi Ternyata Masih Bocah

Wijayakusuma, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 18:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 07 338 1988277 sering-beraksi-sadis-komplotan-begal-di-bekasi-ternyata-masih-bocah-dIb3xgW9nQ.jpg

BEKASI - Polsek Bantargebang mengungkap komplotan begal sadis di bawah umur yang sudah belasan kali beraksi di wilayah Bantargebang dan sekitarnya. Tiga pelaku berhasil diamankan, sementara dua pelaku lain masih berstatus DPO.

Terhitung sebanyak 15 kali pelaku melakukan aksi kejahatan yang kebanyakan korbannya juga masih kisaran belasan tahun. Meski di bawah umur, namun pelaku tak segan-segan melukai korbannya dengan senjata tajam, bilamana melakukan perlawanan.

Kapolsek Bantargebang, Kompol Siswo menjelaskan, penangkapan pelaku bermula dari laporan seorang warga yang anaknya menjadi korban pembegalan sepeda motor oleh para pelaku. Korban yang kala itu sekira pukul 03.00 WIB melintas di Jalan Raya Narogong KM 15 RT 01 RW 02 Kelurahan Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, dipepet oleh lima pelaku yang menggunakan dua sepeda motor.

Sembari dipepet, korban dipaksa berhenti sambil diancam dengan parang. Setelah korban berhenti, para pelaku lalu merebut paksa sepeda motor korban dan kabur dari lokasi.

"Usai menerima informasi, lalu kita adakan penyelidikan. Setelah mengetahui lokasi kendaraan dan pelaku, kita lakukan penggerebekan. Saat kita ambil kendaraan dan geledah, ada satu orang pelaku yang berusaha kabur, tapi bisa kita ringkus," kata Siswo saat gelar kasus tersebut, Jum'at (7/12/2018).

Usai digeledah, petugas lalu mengamankan sejumlah barang bukti senjata tajam, diantaranya golok, celurit, gergaji bermata besar serta kantong berisi kunci letter T. Dari penangkapan seorang pelaku, pengembangan pun berlanjut dan petugas berhasil menangkap menangkap dua pelaku lainnya di tempat terpisah.

"Setelah kita kembangkan, ternyata otak pelaku berinisial AP yang masih dibawah umur, yaitu 16 tahun. Rekannya RA dan A sama-sama berumur 15 tahun. Semua pelaku putus sekolah, hanya tamatan SMP. Target pelaku 1 hari itu harus mendapatkan. Bahkan dari jam 12.00 malam sampai pagi bisa mendapatkan 2 sasaran," ujarnya.

Dari pengakuan pelaku, lanjut Siswo, setiap merencanakan aksinya, para pelaku selalu berdiskusi melalui grup WhatsApp. Selanjutnya, kelima pelaku berkumpul di wilayah Setu dan mencari target korbannya pada tengah malam. Jika sudah membidik target, pelaku kemudian diam-diam membuntuti korban dan membegalnya di lokasi yang benar-benar sepi.

"Kalau kejadian dua minggu lalu di Pangkalan 2, modusnya sama. Jadi pelaku memakai dua motor, bonceng tiga dan bonceng dua. Yang bonceng dua bertugas menyalib atau memberhentikan korban. Setelah berhenti, karena masih ragu-ragu, yang bonceng tiga ini langsung membacok korban. Jadi pengancaman tidak ada, hanya dipinggirkan langsung dibacok. Kemudian untuk korban jatuh dan motor diambil, begitu modus seterusnya," paparnya.

"Setelah kita dalami, ternyata tak hanya pembegalan saja, tapi juga tindak pidana curanmor. Karena pelaku sudah menyiapkan kunci letter T. Kita akan selidiki karena ada beberapa laporan yang sudah masuk terutama pembegalan yang ada di wilayah Setu," jelasnya.

Menurut Siswo, hasil kejahatan para pelaku langsung dijual melalui online dengan harga rata-rata Rp1,5juta, yang seluruh uangnya digunakan untuk berfoya-foya.

Kanit Reskrim Polsek Bantargebang, AKP Dimas menambahkan, selain senjata tajam, petugas juga mengamankan barang bukti lain, yakni sepeda motor Honda Beat nopol B 3032 KRF milik korban, sepeda motor Vario dan Honda Beat nopol B 3982 FED milik pelaku.

"Para pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP, yaitu pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman 9 tahun penjara," tegasnya.

Kasus kini masih dalam penanganan Polsek Bantargebang, sedangkan dua pelaku lainnya inisial O dan B masih dalam pengejaran petugas.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini