PSI Sebut BPN Tak Serius Bicara Program Prabowo-Sandi ke Masyarakat

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 15:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 07 605 1988180 psi-sebut-bpn-tak-serius-bicara-program-prabowo-sandi-ke-masyarakat-xa7ujbjqRy.jpg Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bersama partai koalisi. Foto: Okezone/Heru Haryono

JAKARTA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyebut Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi tidak serius mengkampanyekan program visi-misi kandidat pilpres No 02.

Juru Bicara PSI Rian Ernest berpendapat, tim Prabowo-Sandi hanya membicarakan program jagoannya tidak secara keseluruhan.

"Kami anggap BPN ini seperti enggak serius mau nyapres, masih bicara di level kulit saja, jargon, tapi apa yang mau dilakukan enggak dikasih tahu," papar Rian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Foto: Okezone/Harits Tryan 

Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mengeluarkan rilis yang menyebutkan masyakarat yang mengetahui program Prabowo-Sandi kurang dari 30 persen masyarakat.

Baca: Kenapa Sandiaga Rela Jual Sahamnya untuk Pilpres 2019?

Baca: Survei Membuktikan: Perempuan, Milenial & Pemilih Islam Lebih Memilih Jokowi-Ma'ruf

Oleh karenanya, Rian mengharap agar kepada BPN Prabowo-Sandi agar lebih serius dalam menjual program-programnya kepada masyarakat.

"Kalau program kerjanya ditahan-tahan sampe ujung, sebenarnya niat enggak sih nyapres, gitu lho pertanyaan besar saya. Atau jangan-jangan, ini hanya sekadar latihan-latihan saja buat 2024, di depan kita ini bukan 2024, di depan kita ini 2019," jelas dia.

Rian membandingkan dengan Joko Widodo-Ma’ruf yang diusung oleh PSI. Ia mengkliam paslon nomor urut 01 dianggap telah terbukti mengeluarkan program-program selama masa kampanye.

"Memperkuat SMK misalnya, harusnya SMK diperkuat. Karena yang lebih siap untuk bursa kerja kan SMK. Kalau periode satu fokus di infrastruktur, PR-PR berpuluh tahun ya, konektivitas antar daerah, sudah terjadi. Sekarang kualitas SDM-nya. Ini kan narasi yang menurut kami clear dan konkret akan dilakukan,” paparnya.

“Kalau kubu sebelah cuma bilang 'sembako mahal’ lalu apa? Mau diapain itu sembako? Enggak jelas," tandas dia.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini