nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saat Satu Kampung Warga Pangkalpinang Berburu Buaya yang Mangsa Ternak Mereka

Arsan Mailanto, Jurnalis · Sabtu 08 Desember 2018 21:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 08 340 1988644 saat-satu-kampung-warga-pangkalpinang-berburu-buaya-yang-mangsa-ternak-mereka-Scjt3xbXxM.jpg

PANGKALPINANG - Seekor buaya ganas memangsa bebek hewan ternak milik Sandra (40) warga Kelurahan Tuatunu, Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel). Warga pun resah kemudian menangkap buaya tersebut yang masuk ke perkarangan rumah mereka.

Sandra mengetahui reptil ganas itu memangsa ternaknya, dirinya pun menghubungi Darmanto (37), warga Kelurahan Parit Lalang, Pangkalpinang, untuk menangkap buaya tersebut.

"Jujur ketika melihat buaya tersebut, sedikit ada ketakutan. Tetapi, bersama warga memberanikan diri menangkap buaya ganas tersebut," ujarnya kepada awak media di Tuatunu, Pangkalpinang, Sabtu (8/11/2018).

Saat proses penangkapan buaya, letak rumah ibu Sandra (40) letaknya memang cukup dekat dengan rawa-rawa tempat buaya tersebut hidup.

Darmanto pun tampak berusaha menjinakkan buaya yang ketika itu berada di air dengan kedalaman sekira satu meter. Dengan sedikit usaha, dan butuh waktu cukup lama, akhirnya buaya muara ini berhasil ditangkap.

"Alhamdulillah buaya berhasil ditangkap, tadi buaya ini sempat menyerang dan melukai tangan. Tapi sudah dijahit, ada empat jahitan di tangan saya," tukasnya.

Buaya dengan panjang 2 meter itu kata Darmanto kemudian di bawa ke rumahnya.

Ketua DPW Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah Bangka Belitung, Ferdy Efandy, yang mendapat informasi mengenai buaya tersebut menemui Darmanto di kediamannya di Parit Lalang.

"Buaya ini satu dari sekian satwa liar yang dilindungi Undang-Undang. Jadi kita kasih saran agar buaya ini diserahkan kepihak resmi dan telah mendapatkan izin atas satwa liar di Babel," ia menuturkan.

Usai diserahkan, buaya lalu diserahkan ke Kantor BKSDA Sumsel, di Girimaya, Pangkalpinang, untuk kemudian dibawa ke tempat penangkaran milik Alobi Babel.

Sedangkan menurut Sandra mengungkapkan bahwa masih ada sejumlah buaya yang masih hidup dirawa-rawa dekat rumahnya itu.

"Buaya di kawasan ini masih ada, sebab buaya ini yang kedua ditangkap dan diperkirakan masih ada buaya lain di rawa-rawa di belakang rumah kami," tandas perempuan berusia 40 tersebut.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini