Posko dekat kediaman Jokowi itu milik Jenderal (Purn) Djoko Santoso yang juga menjadi Ketua BPN Prabowo-Sandi. Sementara tiga markas lainnya sampai saat ini masih dikaji untuk penempatan lokasinya. Keempat markas itu memiliki fungsi berbeda, seperti penyiapan logistik, relawan, hingga rapat tim pemenangan nasional.
“Jadi kenapa pindah ke Solo, yang pertama karena memang Pak Djoko orang Solo,” tukas dia.
Selain itu, pemindahan markas BPN Prabowo-Sandi dari Jakarta ke Jawa Tengah lantaran dari berbagai survei Provinsi Jateng masih dikuasai PDIP dan pasangan Joko Widodo – Maruf Amin. Menurutnya, elektabilitas Prabowo - Sandi di Jateng masih berada di angka 38 persen.
“Elektabilitas itu akan ditingkatkan hingga 47 persen. Sehingga BPN Prabowo – Sandi perlu mendekatkan diri dengan warga Jateng untuk mengejar ketertinggalan suara. Markas BPN itu akan efektif mulai Januari 2019,” terangnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.