nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa 2 Tersangka Kasus Suap Putusan Praperadilan di PN Semarang

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 13 Desember 2018 10:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 13 337 1990626 kpk-periksa-2-tersangka-kasus-suap-putusan-praperadilan-di-pn-semarang-7YU9ImJFa6.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

 JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap dua tersangka kasus dugaan suap pengurusan putusan gugatan praperadilan di Pengadilan Semarang, Jawa Tengah.

Dalam jadwal pemeriksaan yang dirilis KPK, kedua tersangka yakni, Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi dan hakim nonaktif PN Semarang, Lasito akan diperiksa secara silang. Pasalnya, Ahmad Marzuqi akan diminta keterangannya untuk tersangka Lasito.

Sedangkan, Lasito akan diperiksa penyidik lembaga antirasuah untuk dimintai keterangannya demi melengkapi berkas penyidikan dari Ahmad Marzuqi.

"Mereka akan diminta keterangannya untuk satu sama lain," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (13/12/2018).

 (Baca juga: KPK Geledah Kantor Bupati Jepara hingga Rumah Hakim PN Semarang)

KPK resmi menetapkan dua orang tersebut sebagai tersangka kasus dugaan suap pemulusan perkara yang sedang ditangani oleh Pengadilan Negeri Semarang.

 karawang

Ahmad Marzuki diduga menyuap Lasito sebesar Rp700 juta untuk memuluskan putusan praperadilan yang sedang berproses di PN Semarang. ‎Uang yang diberikan kepada Lasito diduga untuk mempengaruhi putusan praperadilan yang diajukan oleh Marzuqi.

Adapun, praperadilan tersebut yakni terkait penetapan Ahmad Marzuki sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah di Pengadilan Negeri Semarang tahun 2017.

 (Baca juga: KPK Tetapkan Bupati Jepara dan Hakim PN Semarang Tersangka Korupsi)

Sebagai pihak yang diduga penerima, Lasito disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Sebagai pihak yang diduga pemberi, Ahmad Marzuki, disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

ko

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini