nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Pastikan Tunjangan Babinsa Rp1 Juta Per Bulan Cair Pekan Depan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Minggu 16 Desember 2018 11:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 16 337 1991952 jokowi-pastikan-tunjangan-babinsa-rp1-juta-per-bulan-cair-pekan-depan-dQqaMWZbJv.jpg Jokowi saat memberikan pengarahan ke 3.500 Babinsa di Jambi. (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)

JAMBI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengarahan kepada 3.500 Babinsa yang ada di Kodam I Bukit Barisan, Kodam II Sriwijaya, dan Kodam Iskandar Muda. Pengarahan itu berlangsung di Universitas Jambi, Minggu (16/12/2018).

Jokowi memastikan bahwa tunjangan operasional Babinsa segera disalurkan. Dia mengatakan bahwa kebijakan menaikkan uang operasional Babinsa berdasarkan aspirasi yang kerap diterimanya saat melakukan kunjungan ke daerah.

"Suara itu saya dengar karena saya sering ke bawah, ke desa, jangan dipikir saya tidak dengar," kata Jokowi yang mendapat tepuk tangan meriah dari ribuan Babinsa di lokasi.

Foto: Fakhrizal/Okezone

Kepala Negara juga memastikan tunjangan kinerja akan diberikan kepada prajurit pada pekan depan. Jokowi menjelaskan bahwa seorang prajurit Bintara akan menerima tunjangan kinerja sebesar Rp1 juta setiap bulannya.

(Baca juga: Sniper Disebar Pantau Hotel Tempat Jokowi Menginap di Jambi)

"itu kalau dirapel Juli sampai September kan tambahannya Rp6 juta, benar ya? di desa-desa kan apa-apa kan masih murah, jadi bisa ditabung gitu lho," ujar Jokowi.

Dalam sambutannya itu, Jokowi juga mengingatkan agar Babinsa mampu menjawab tantangan revolusi industri 4.0. Revolusi ini, sambung Jokowi, 3.000 kali lebih cepat dari revolusi industri pertama.

Foto: Fakhrizal/Okezone

"Ini harus kita respons dan kita ketahui karena tidak hanya mengubah landscape politik global tapi juga ke nasional, daerah, dan juga masuk ke daerah, ini yang harus kita antisipasi jangan sampai perubahan itu membuat dampak tidak baik bagi kita," sambung Jokowi.

"Pasti akan masuk budaya intervensi budaya-budaya impor, ideologi-ideologi impor yang masuk ke desa dan tidak bisa kita cegah karena semua orang bisa mengakses sekarang, ideologi apapun bisa masuk tanpa kita screening, ini yang harus disiapkan untuk membangun negara kita yang besar," tutupnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini