Pada Senin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan negaranya kemungkinan akan segera memulai operasi militer baru melawan kelompok YPG di Suriah.
Erdogan menambahkan bahwa dia telah mendiskusikan rencananya dengan Trump melalui telepon dan bahwa dia telah memberikan "respons positif".
AS mengumumkan pada Selasa bahwa mereka telah bersepakat menjual sistem rudal kepada Turki senilai USD3,5 milyar.
Disebutkan penjualan rudal itu untuk "meningkatkan kemampuan pertahanan militer Turki dan melindungi sekutu NATO dari kemungkinan serangan musuh".
(Rahman Asmardika)