nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Etna Meletus, Italia Tutup Wilayah Udara Sisilia

Thasyanur Azizah, Jurnalis · Selasa 25 Desember 2018 15:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 25 18 1995778 gunung-etna-meletus-italia-tutup-wilayah-udara-sisilia-ZHVsAegDFV.jpg Gunung Etna meletus memuntahkan asap dan abu vulkanis. (Foto: Reuters)

ROMA - Gunung berapi Etna di Italia, yang merupkan gunung teraktif di Eropa, meletus pada Senin (24/12/2018). Memuntahkan abu vulkanik ke langit ketika beberapa gempa bumi kecil menghantam wilayah tersebut, dan menyebabkan tertutupnya sebagian wilayah udara Sisilia di sekitar gunung.

Lembaga Geofisika dan Vulkanologi Nasional Italia (INGV) menghitung lebih dari 130 guncangan seismik terjadi di zona tersebut sejak pukul 8.00 pagi waktu setempat. Guncangan terkuat dikatakan mencapai kekuatan 4,0.

"Letusan terjadi di sisi Etna," Boris Behncke, seorang ahli vulkanologi di INGV kepada AFP.

"Ini adalah letusan lateral pertama dalam lebih dari 10 tahun, tetapi tampaknya tidak berbahaya," tambahnya sebagaimana dilansir Channel News Asia, Selasa (25/12/2018),

Behncke juga melaporkan bahwa belum diketahui apakah letusan tersebut disertai lava atau tidak, karena tebalnya abu vulkanik memperburuk jarak pandang. Dia mengatakan, aktivitas seismik dan produksi abu tampaknya berkurang pada sore hari.

Tidak ada laporan jatuhnya korban akibat letusan ini.

Jarak pandang yang memburuk membuat otoritas wilayah udara setempat membatasi pendaratan pesawat di Bandara Catania, di Pantai Timur Sisilia menjadi hanya empat pendaratan per jamnya.

Gunung Etna yang memiliki ketinggian 3.300 meter, adalah gunung berapi paling aktif di Eropa, dengan letusan yang sering tercatat dalam 2.700 tahun terakhir.

Letusan terbarunya terjadi pada musim semi 2017 dan letusan besar terakhir terjadi pada musim dingin 2008/2009.

Pada akhir Maret, sebuah studi yang diterbitkan dalam Bulletin of Volcanology mengatakan bahwa Etna perlahan-lahan bergeser ke arah Mediterania dengan kecepatan konstan 14 milimeter per tahun.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini