Tiga Tewas dalam Serangan di Kementerian Luar Negeri Libya

Thasyanur Azizah, Okezone · Selasa 25 Desember 2018 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 25 18 1995848 tiga-tewas-dalam-serangan-di-kementerian-luar-negeri-libya-pVBDtstZOs.jpg Asap mengepul dari gedung kementerian luar negeri Libya setelah serangan bom bunuh diri, 25 Desember 2018. (Foto: Reuters)

TRIPOLI - Kelompok bersenjata melakukan serangan bunuh diri yang menghantam kantor kementrian luar negeri Libya pada Selasa, 25 Desember. Mereka melepaskan tembakan sebelum akhirnya meledakkan diri di dalam gedung yang terletak di ibu kota Tripoli, demikian keterangan dari pasukan keamanan setempat.

Laporan stasiun televisi pemerintah yang dikutip AFP menyebutkan, serangan tersebut dilakukan oleh beberapa orang teroris yang menyerbu kantor kementerian luar negeri. Saksi mata mengatakan terlihat gumpalan asap yang muncul dari gedung itu ketika orang-orang yang terluka mulai dilarikan ke rumah sakit.

Sebagaimana diberitakan Reuters,Selasa (25/12/2018) seorang karyawan di kementerian mengatakan tiga orang tewas dan enam lainnya luka-luka. Kemudian kementerian kesehatan mengkonfirmasi satu orang tewas dan sembilan orang terluka.

Salah seorang pegawai kementerian mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Libya Mohamed Taher Siala selamat dalam insiden tersebut.

Sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya mengatakan, kelompok penyerang yang berjumlah tiga orang itu diduga merupakan militan ISIS. Seorang pelaku terbunuh oleh penjaga keamanan kementerian dan dua lainnya meledakkan diri, kata sumber itu.

Di balik polemik perebutan kekuasaan dan wilayah yang sangat tidak aman, Libya merupakan surga bagi kelompok militan sejak penggulingan dan pembunuhan Moamer Ghadafi pada 2011. Kelompok-kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS mengambil keuntungan dari kekacauan ini untuk merebut kota pesisir Sirte pada 2015.

Pasukan yang setia kepada Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung PBB mendapatkan kembali kendali atas kota itu pada Desember 2016 setelah delapan bulan melakukan pertempuran mematikan. Sejak itu, beberapakelompok militan kembali ke padang pasir dalam upaya berkumpul dan melakukan pengaturan ulang.

Pada bulan September, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bunuh diri di markas Perusahaan Minyak Nasional Libya di jantung Tripoli yang menyebabkan dua orang tewas dan 10 luka-luka.

Empat bulan sebelumnya, mereka juga mengklaim serangan terhadap markas komisi pemilihan yang menewaskan 14 orang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini