nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menengok Perayaan Natal Suku Anak Dalam, Damai dalam Toleransi dan Persaudaraan

Abimayu, Jurnalis · Selasa 25 Desember 2018 19:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 25 340 1995856 menengok-perayaan-natal-suku-anak-dalam-damai-dalam-toleransi-dan-persaudaraan-pG9pXu7fke.jpg Perayaan Natal Suku Anak Dalam (Foto: Abimayu/Okezone)

MERANGIN - Suku anak dalam (SAD) yang menganut agama kristiani dan tinggal di Desa Lantak Seribu Kecamatan Renah Pamenang Kabupaten Merangin, Jambi, juga ikut merayakan perayaan Natal di Gereja GKPI (25/12/2018) yang ada diperkampungannya.

Dipimpin oleh pendeta Philipus Dwi Puspito dari gereja GKBS Merangin, perayaan Natal warga SAD ini mengusung tema hari Natal Dalam Kristus ada Hidup.

Sebelum kegiatan khotbah Ucok yang juga anak SAD, membaca puisi di hadapan para jemaat warga SAD dan juga dihadiri jemaat warga umum, sehingga perayaan di gereja GKPI makin semarak.

Dalam khotbahnya pendeta Philipus mengajak jemaat untuk meneladani sifat yang diajarkan Yesus Kristus agar tidak tersesat dalam hidup.

"Dengan tema dalam Kristus ada hidup, kita teladani sifat Yesus agar kehidupan kita selamat dan tidak tersesat," jelas Pendeta Philipus di hadapan jemaatnya.

Dalam keyakinan Kristiani juga memiliki rambu-rambu, sehingga dalam menjalankan kehidupan tidak ada lagi bentuk ketersesatan yang nyata.

"Pengikut Yesus harus memegang rambu-rambu, sehingga di jamin kehidupanya akan sampai tujuan hidupnya," ujarnya lagi.

Sementara Nanie, salah satu warga SAD yang dijumpai mengaku sudah tiga kali ikut merayakan Natal di gereja di perkampungannya bersama jemaat lainya.

"Ini tahun ketiga kami merayakan Natal di gereja kami. Biasanya kami merayakan Natal di gereja milik warga umum, tapi sekarang kami sering dikunjungi jemaat dari luar untuk beribadat di sini," kata Nanie.

Bahkan Banyam warga Muslim juga ikut hadir untuk membantu mengatur parkir sehingga rasa toleransi di antara umat makin terasa.

"Biasanya warga Muslim yang tinggal di dekat kami ikut membantu kami di sini. Sebab kami juga sering diundang dalam kegiatan mereka dan makin terasa jika kami di sini tidak ada perbedaan keyakinan dan kami bersaudara," tandasnya.

Usai merayakan natal di gereja, jemaat juga saling berkunjung untuk berbagi kasih Yesus. "Sebelum Natal dan sesudah perayaan ibadat natal, kami juga saling berkunjung kerumah rumah saudara kami, indahnya Natal di sini begitu kami rasakan," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini