Pemerintah Bangun 112 Unit Rumah untuk Warga Suku Anak Dalam di Jambi

Azhari Sultan, Okezone · Rabu 21 November 2018 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 21 340 1980811 pemerintah-bangun-112-unit-rumah-untuk-warga-suku-anak-dalam-di-jambi-sf8HGbyfAi.jpg Foto: Sindo

JAMBI - Kabar gembira bagi warga Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi. Pasalnya, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial RI membangun tempat tinggal sebanyak 112 unit rumah untuk 400-500 jiwa warga SAD di Desa Tanah Garo, Kabupaten Tebo, Jambi.

Kebenaran ini ditegaskan Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil (Dinsoscapil) Provinsi Jambi Arief Munandar, bahwa tahun ini pemerintah telah membangun pemukiman untuk warga SAD.

"Dari 11.500 jiwa Suku Anak Dalam yang ada di Provinsi Jambi, terdapat 4.800 jiwa masih hidup berpindah-pindah (melangun). Mereka saat ini tersebar di enam kabupaten, yaitu Kabupaten Batanghari, Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin," ungkapnya, Rabu (21/11/2018).

 (Baca juga: Mengenal Abdullah, Warga Suku Anak Dalam yang Jadi Penghafal Alquran)

Dia menegaskan, bahwa setiap tahun Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial RI telah memberdayakan dengan cara membuat rumah-rumah untuk warga SAD di Provinsi Jambi.

Tidak itu saja, agar program tempat tinggal bagi warga SAD berjalan sukses, Arief mengajak seluruh pihak berwenang untuk peduli dengan SAD. Dengan ini diharapkan, semakin banyak SAD yang mendapatkan tempat tinggal yang layak seperti warga lainnya.

"Kewenangan ada di kabupaten-kota dan pusat, provinsi hanya memfasilitasi, mengkoordinasikan. Dan kami mewakili pemerintah pusat di daerah. Jadi, kita berharap kabupaten-kota peduli dengan SAD kita ini," ujarnya.

 (Baca juga: Besok, 404 Warga Suku Anak Dalam di Jambi Akan Masuk Islam)

Disamping itu, selain berharap kepada pemerintah, dia juga berharap CSR dan masyarakat sekitar turut mendukung program pemerintah untuk memberikan tempat tinggal kepada SAD.

Menurutnya, rasa kepedulian dan kerjasama sangat diperlukan agar bantuan dapat terealisasi. "Misalnya, tanah dari kabupaten, rumahnya dari pusat koordinasi pemerintah provinsi. Nah, mungkin sanitasinya, air bersih, lampunya, bisa dari dana CSR.

Diakuinya, kegiatan ini tidak dilakukan kali ini saja, tapi sudah dari tahun sebelumnya. "Tahun sebelumnya, Pemerintah Pusat juga telah memberikan bantuan berupa tempat tinggal untuk SAD Provinsi Jambi, yakni di Desa Pulau Lintang dan Desa Gurun Tuo, Kabupaten Sarolangun," ungkap mantan Kepala BPBD Provinsi Jambi ini.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini