nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suku Anak Dalam Jambi Serahkan 16 Senpi Rakitan ke TNI

Azhari Sultan, Jurnalis · Minggu 13 Januari 2019 13:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 13 340 2003757 suku-anak-dalam-jambi-serahkan-16-senpi-rakitan-ke-tni-wIm5N5MoZb.jpg Foto Istimewa

JAMBI - Suku anak dalam (SAD) yang bermukim di berbagai kabupaten-kabupaten yang ada di Jambi kelihatannya sudah mulai sadar, terutama dalam hal menyangkut keamanan. Pasalnya, mereka dengan suka rela menyerahkan 16 senjata api rakitan jenis kecepek yang biasanya merekam gunakan untuk berburu setiap hari.

Ini diakui Betilang, salah satu warga SAD dari kelompok Temenggung Menti yang bermukim di kawasan Kabupaten Batanghari, Jambi, bahwa senjata kecepek tersebut digunakan untuk berburu.

"Ini ado tigo senjato kecepek kami serahkan untuk "Rajo Tentro" Jambi (Danrem 042/Gapu). Selama ini, kami gunakan untuk berburu mencari makan," ujar Betilang, Minggu (13/1/2019).

 (Baca juga: Jelang Pemilu, 20 Persen Warga Suku Anak Dalam Belum Bikin E-KTP)

Sedangkan Tumenggung Menti mengakui, untuk menyambung hidup selama ini, kelompoknya menumpang bermukim disini sembari bekerja mengisi polybag.

jabi

Disamping itu, katanya, anggota kelompoknya dalam sehari-harinya lebih sering memakan umbi-umbian dari pada beras.

"Kami itu lebih banyak makan umbi-umbian, kalau ada uang baru makan nasi," tutur Menti.

Dengan kedatangan Danrem 042/Garuda Putih Kolonel Inf Danny Budiyanto beserta rombongan, disambut baik kelompok SAD. "Saya sangat senang dapat dikunjungi "Rajo Tentro Jambi", terimakasih juga atas bantuan sembako dan pegobatan gratis kepada anggota kami," tukas Menti.

 (Baca juga: Pemerintah Bangun 112 Unit Rumah untuk Warga Suku Anak Dalam di Jambi)

Sementara itu, Danrem 042/Gapu Kolonel Inf Danny Budiyanto mengatakan, bahwa penyerahan senjata api rakitan tersebut merupakan kesadaran dari warga SAD sendiri.

“Seluruhnya ada sebanyak 16 pucuk senjata api rakitan yang diserahkan oleh masing-masing kelompok warga SAD. Ini merupakan kesadaran mereka sendiri, karena mereka takut nantinya senpi tersebut disalahgunakan,” kata Danny.

Menurut Danrem, secara garis besar komunitas SAD yang ada di Jambi dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok, yaitu mengembara (nomaden), SAD yang masih berada dalam hutan, SAD yang menetap.

“Sekarang kita benar-benar mengetahui seperti apa kehidupan SAD yang berada di Provinsi Jambi ini," tuturnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini