Angin puting beliung itu mulai memporak-porandakan bangunan di sekitar kediamannya. Dayanti yang baru saja pulih setelah melahirkan anak keduanya itu, bergegas ke luar rumah bersama sang suami untuk melihat situasi.
"Saat itu kebetulan keluarga sedang kumpul, mertua saya lagi menengok anak saya yang kedua ini. Ada sembilan orang di dalam rumah. Saya sempat keluar dulu buat lihat angin," kata Dayanti kepada Okezone, di Panguragan Wetan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (31/12/2018).
Demi keselamatan kedua buah hatinya, Dayanti dan suaminya memutuskan untuk masuk kembali ke dalam rumah, guna berlindung dari amukan angin puting beliung dengan kecepatan 80-100 KM per jam itu. Di dalam rumah tersebut, satu sama lain berusaha untuk saling melindungi, sang suami memegang erat putra pertamanya Herdiyanto. Sedangkan si bayi digendong oleh mertua Dayanti.
"Kasihan ada anak-anak di dalam rumah, jadi kita masuk lagi untuk selamatkan anak-anak, suami saya memegang Herdiyanto dan ibu saya menggendong anak saya yang kedua," ujar Dayanti sembari mengingat peristiwa tersebut.
Kondisi Dayanti, Ibu Balita yang Meninggal Akibat Puting Beliung di Cirebon (foto: Fathnur Rohman/Okezone)
Dayanti hanya bisa mengingat dan terus menyebut lafadz Allah, agar keluarganya bisa selamat dari amukan puting beliung. Namun sial baginya, rumah yang dijadikan tempat berlindung itu ambruk, suasana mulai kacau, tangan sang suami tertimpa batu bata dan mengakibatkan terlepasnya Herdiyanto dari genggamannya.