nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Personel Brimob Ditikam hingga Bersimbah Darah di Makassar

Herman Amiruddin, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 10:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 02 609 1998811 personel-brimob-ditikam-hingga-bersimbah-darah-di-makassar-oP8LG2jSts.jpg Bripka Arif Putra Utama dibawa ke rumah sakit (Foto: Herman Amiruddin)

MAKASSAR - Memasuki tahun baru, Selasa (1/1/2019) sekira pukul 00.30 Wita seorang anggota Polri dari Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) ditikam di Jalan Rappokalling Utara, Kecamatan Tallo Makassar, Sulsel.

Korban diketahui bernama Bripka Arif Putra Utama yang lebih akrap disapa Ari. Selain Bripka Arif, seorang warga sipil bernama Surahman alias Amang (37) ikut menjadi korban.

Keduanya korban langsung dievakuasi oleh petugas dari Polsek Tallo dan Satuan Brimob Polda Sulsel ke Rumah Sakit Ibnu Sina Jalan Urip Sumoharjo. Sementara petugas kepolisian lainnya mengumpulkan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian perkara (TKP).

Setiba di RS Rumah Sakit Ibnu Sina kedua korban langsung mendapat perawatan intensif dalam kawalan petugas kepolisian.

(Baca Juga: 6 Pelaku Pembunuhan Polisi di Aceh Ditangkap, 1 Tewas Ditembak

Dari pantauan Okezone, sejumlah pejabat kepolisian hadir di RS Ibnu Sina seperti Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Ariwibowo, Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Adeni Muhan, Kabid Propam Polda Sulsel AKBP Hotman Sirait.

Setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina, anggota Brimob tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara. Sementara warga sipil di rujuk ke RS Wahidin Makassar. Awak media yang berusaha untuk menggali kronologi peristiwa ini dari pihak kepolisian belum ada jawaban.

 Ilustrasi

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wahyu Ariwibowo berjanji akan mengungkap dan merilis motif peristiwa berdarah yang mengakibatkan seorang anggota Brimob Polda Sulsel dan rekannya warga sipil jadi korban kekerasan berat.

"Kasus penganiayaan berat motifnya masih lidik. Nanti kami akan rilis ya. Kami belum bisa simpulkan motifnya," kata Dwi kepada Okezone saat ditemui di Mapolsek Tallo dini hari.

Sementara itu, Dansat Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Adeni Muhan yang dimintai tanggapannnya terkait personelnya yang menjadi korban pemarangan oleh warga, pihaknya mengaku menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian.

"Kami serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian Polrestabes Makassar untuk segera proses hukumnya," singkat Adeni yang ditemui malam itu di Mapolsek Tallo.

(Baca Juga: Pemeriksaan Selesai, Polisi Akan Simpulkan Penyebab Kematian Eks Wakapolda Sumut

Meski petugas kepolisian enggan memberikan penjelasan terkait peristiwa berdarah itu. Namun, informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan jika aksi pemarangan mengakibatkan korban yakni Briptu Arif dan rekannya Surahman jadi korban pemarangan saat keduanya berada di sekitar rumah milik Surahman.

Kedua korban tak menyangka akan diserang oleh warga yang diduga Ayah dan anaknya. Saat itu, korban sedang menyantap gorengan sambil minum sarabba. Tidak lama berselang, salah seorang pelaku datang mondar-mandir di depan rumah korban kemudian langsung pergi.

Beberapa menit kemudian, pelaku datang lagi membawa senjata tajam berupa parang dan tombak, dengan gaduh. Ia menyerang Briptu Arif dan Ammang seketika keduanya bersimbah darah, pelaku usai menombak korban dan membacok korban mereka langsung kabur.

Seorang wanita bernama Irma yang merupakan adik ipar korban bernama Ammang yang merupakan saksi melihat kedua korban dalam kondisi bersimbah darah langsung mengevakuasi korban.

Hanya saja saksi enggan mengetahui persis saat kejadian berlangsung. "Saya tidak mengetahui saat kedua korban di tikam. Saya saat keluar dari rumah melihat korban sudah dalam keadaan terluka dan mengeluarkan darah," kata Irma ditemui di Rumah Sakit Ibnu Sina malam itu.

Menurut Irma, peristiwa berdarah itu terjadi tiba-tiba saja. Dan tidak ada yang mengetahui penyebabnya. Pelaku, kata dia, langsung menyerang kedua korban dengan menggunakan senjata tajam.

"Kami di rumah bikin acara gorengan dan minum sarabba dan kami sementara menyantap,  korban yang berada di luar rumah. Saat kami mendengar suara ribut-ribut dari luar barulah kami keluar dan melihat kedua korban dalam kondisi terluka," jelas Irma.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini