nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terungkap, Tampang Jokowi Sempat Bikin Ragu Megawati

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 03 Januari 2019 19:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 03 337 1999604 terungkap-tampang-jokowi-sempat-bikin-ragu-megawati-dtsLyRiMRo.jpg Jokowi bersama Megawati (Dok. Okezone)

JAKARTA - Masih ingat dengan momen Joko Widodo (Jokowi) membaur bersama ribuan warga Solo di tanah lapang menonton salah satu hiburan yang ditayangkan salah satu televisi swasta? Malam itu, 17 Maret 2012, ternyata menjadi hari bersejarah bagi Jokowi.

Pesan singkat dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tiba-tiba masuk ke telepon genggam Jokowi yang kala itu masih jadi Wali Kota Solo.

"Kaget. Inti pesan singkat itu saya diminta segera ke Jakarta esok pagi dengan pesawat paling pagi. Agendanya saya diminta mengikuti rapat di DPD PDI Perjuangan di Tebet," ujar Jokowi dalam buku "Jokowi Menuju Cahaya" yang dikutip Okezone, Kamis (3/1/2018).

Padahal, Jokowi mengenang, Mega sempat meragukan saat melihat tampangnya yang kala itu diajukan sebagai calon terkuat menjadi calon Wali Kota Solo.

"Wah, enggak salah nih calonnya kayak gini?" ujar Mega yang ditirukan Jokowi.

(Baca Juga: Jokowi: Dalam Bisnis Gampang Tambah Sahabat, di Politik Mudah Menambah Musuh)

Mengingat hal tersebut, Jokowi hanya bisa tersenyum geli. Tapi sejarah telah mencatat raihannya. Dan Mega kini telah percaya kinerja Jokowi.

Buku karya Alberthiene Endah tersebut menceritakan, rapat tersebut membahas soal pencalonan dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilgub 2012. Nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi salah satu calon pendampingnya, tapi masih belum pasti.

Rapat terus berjalan, nama pendamping Jokowi masih juga belum pasti. Tapi si kurus itu ingin dia dan pasangannya punya identitas meluli "kostum" yang dikenakan pada masa kampanye.

Tak habis akal, ia meminta Anggit, yang kini menjadi sekretaris pribadinya, untuk belanja baju kotak-kotak di Pasar Tanah Abang dengan berbagai ukuran S, M, L, dan XL. Agar siapapun nanti pasangannya, baju yang dibeli tetap muat dikenakan.

Singkat cerita, nama Ahok akhirnya terpilih untuk mendampingi Jokowi. Bagi Jokowi, Ahok tidak terlalu asing baginya. Ia pernah ke Solo diskusi soal kota di Rumah Dinasnya di SOlo saat menjabat Bupati Belitung Timur.

(Baca Juga: Saat Hidup Miskin, Dalam Hati Jokowi Bilang "Siapa Sudi Dengar Orang Susah Bicara?")

Persoalan lainnya setelah baju kampanye yang harus diselesaikan adalah kendaraan apa yang mengantarkan mereka ke KPU DKI saat mendaftarkan diri melawan Fauzi Bowo (Foke) yang saat itu menjadi petahana.

Deretan mobil mewah milik pejabat ditawarkan. Mulai Mercedes Benz sampai Toyota Alphard sudah disedikan untuk digunakan. Namun, Jokowi memilih Kopaja, kendaraan rakyat katanya.

Kampanye dilakukan dengan tanpa kemewahan. Mirip-mirip seperti di Solo, tapi Jakarta jauh lebih panas menurutnya, bumbu-bumbu isu SARA tak bisa dilepaskan. Dia bersama Ahok akhirnya meraih kemenangan yang menurutnya emosional setelah melalui dua putaran.

"Saya pun berpamitan dengan warga Solo dengan rasa haru yang sulit dilukiskan," kata Jokowi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini