nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kepala Desa di Nias Tewas Mengenaskan Dibantai Adik Ipar

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Kamis 03 Januari 2019 14:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 03 608 1999449 kepala-desa-di-nias-tewas-mengenaskan-dibantai-adik-ipar-frcaFz0o4a.jpg Ilustrasi

MEDAN - Kepala Desa Tagaule, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Benasokhi Zai, ditemukan tewas dengan kondisi cukup mengenaskan. Sekujur tubuhnya dipenuh luka bekas bacokan senjata tajam.

Informasi yang dihimpun, Benasokhi tewas setelah dianiaya oleh tiga orang tersangka yang masih kerabatnya. Yakni AL (44), yang merupakan adik ipar Benasokhi, serta OL (15) dan DL (18) yang merupakan anak dari AL.

Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. Ia mengaku saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan atas kasus itu. Untuk sementara, motif penganiayaan hingga tewas itu karena dendam lama antara tersangka dan korban.

“Ketiga tersangka sudah kita tangkap dan kini statusnya ditahan,”kata Deni, Kamis (3/1/2018).

Deni menjelaskan pembunuhan sadis ini berawal saat korban melintas di depan rumah tersangka AL. Ketika itu, korban berhenti dan terlibat cekcok mulut dengan tersangka. Tak lama berselang, tersangka AL masuk ke dalam rumah dan mengambil parang. Sejurus kemudian, dia mengejar korban dan langsung membacoknya.

"Kedua anak laki-laki tersangka yang melihat ayahnya cekcok dengan korban, lantas memberikan bantuan. Kedua remaja yang masih duduk di bangku sekolah tu ikut membacoki tubuh korban yang masih paman mereka. Korban pun tak kuasa melawan hingga akhirnya tewas dengan kondisi mengenaskan, penuh luka bacokan.

“Masyarakat melihat langsung kejadian itu. Tapi saat akan ditangkap, para tersangka melarikan diri ke hutan. Sehingga warga meminta bantuan kita untuk melakukan pengejaran. Ketiganya pun berhasil kita tangkap, lima jam setelah peristiwa pembantaian itu,”sebut Deni.

Selain ketiga tersangka, papar Deni, mereka juga telah berhasil menyita tiga pucuk senjata tajam jenis golok berukuran 40 centimeter. Golok ini diduga kuat telah digunakan untuk menganiaya korban hingga tewas. Terbukti terdapat bercak darah korban di golok tersebut.

“Kita jerat pelaku dengan Pasal 170 Ayat (2) ke (3e) dan Pasal 351 Ayat 3 KUHP. Ancamannya sembilan tahun penjara,”tandas Deni.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini