nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jika Ahok Bergabung, PDIP Tak Gentar Diserang Isu Agama

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Jum'at 04 Januari 2019 09:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 04 337 1999783 jika-ahok-bergabung-pdip-tak-gentar-diserang-isu-agama-HLNcpmu8WQ.jpg Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto

JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap disapa Ahok kemungkinan besar akan bergabung dengan PDI Perjuangan pasca bebas pada 24 Januari 2019. Hal tersebut disampaikan Djarot Saiful Hidayat beberapa waktu lalu

Mengenai hal tersebut, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menjelaskan bahwa untuk bergabung bersama PDI Perjuangan harus melewati beberapa proses, salah satunya adalah melayangkan surat permohonan secara tertulis.

"Ya proses untuk masuk anggota PDI Perjuangan harus melalui surat permohonan tertulis. Kalau suratnya sendiri belum diterima gimana mau disiapkan," ujar Hasto Kristiyanto saat ditemui di kantornya, Kamis 3 Januari 2019.

(Baca Juga: Ahok Akan Bebas pada 24 Januari 2019)

(Baca Juga: Apa yang Dilakukan Ahok Setelah Menghirup Udara Bebas?)

Hasto pun tidak merasa khawatir jikalau masuknya mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut akan membuat elektabilitas PDI Perjuangan menurun lantaran isu agama yang kerap menyerang Ahok.

"Ya kalau kita lihat Indonesia ini kan dibangun untuk semua. Indomesia ini dibangun untuk menjadi bangsa pelopor dengan semangat juang yang menyala-nyala sehingga seluruh agama kepercayaan. Itu oleh konstitusi dijamin oleh Undang-Undang, sehingga itulah kesadaran bernegara kita," paparnya.

Hasto Kristiyanto kembali menegaskan kalau semua masyarakat Indonesia, termasuk Ahok diberikan kebebasan untuk bergabung, asalkan mengirimkan surat permohonan secara tertulis kepada PDI Perjuangan.

"Ya seperti itu ya. Jadi konstitusi menjamin setiap warga negara di dalam memberikan kebebasan. Dan kemudian untuk masuk menjadi anghota sekali lagi harus ada permohonan tetulis. Alasan bergabung ke partai sampai sekarang kami belum menerima permohoanan itu," tutup Hasto.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini