nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iming-Iming Gaji Rp30 Juta per Bulan, 3 Gadis Asal Bandung Jadi Korban Perdagangan Orang

Saldi Hermanto, Jurnalis · Sabtu 05 Januari 2019 15:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 05 340 2000356 iming-iming-gaji-rp30-juta-per-bulan-3-gadis-asal-bandung-jadi-korban-perdagangan-orang-22AHaqQ9H8.jpg ilustrasi

TIMIKA - Polres Nabire, Kabupaten Nabire, Papua berhasil mengamankan tiga orang gadis yang di antaranya masih berusia di bawah umur. Mereka ditemukan di salah satu tempat karaoke pada 31 Desember 2018, kemudian diamankan petugas karena diduga menjadi korban kasus perdagangan orang (human trafficking).

Sebelumnya, salah satu orang tua korban ada yang melapor ke Mapolda Jawa Barat bahwa anaknya menjadi korban perdangangan manusia dan dibawa ke Kabupaten Nebire pada 13 Desember 2018.

"Kasus ini terungkap setelah salah satu orang tua dari wanita remaja tersebut melapor bahwa anaknya menjadi korban perdagangan manusia dan dibawa ke Kabupaten Nabire, Provinsi Papua ke Mapolda Jawa Barat pada tanggal 13 Desember 2018," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangan pers yang diterima Okezone di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Sabtu (5/1/2019).

Ketiga gadis remaja tersebut masing-masing berinisial HW (16), AD (17) dan D (18). Dari keterangan mereka, dua di antaranya masih berstatus sebagai pelajar.

(Baca Juga: Guguran Lava Terpantau di Gunung Merapi, Warga Diimbau Jangan Lakukan Pendakian)

Mereka direkrut oleh dua orang tersangka yakni berinisial FA dan Mami B, dengan mengiming-imingi akan diberi gaji sebesar Rp30 juta per bulan.

"Untuk mengelabui petugas, Mami B membuat surat domisili dengan menambah umur AD dan HW menjadi 21 tahun, atau usia yang dianggap dewasa menurut KUHAP," ujar Kamal.

Kini, ketiga gadis tersebut telah diberangkatkan ke Bandung, Jawa Barat dengan didampingi oleh petugas dari Mapolda Jawa Barat.

Selanjutnya tersangka FA dan Mami B terancam hukuman pidana sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 Pasal 12 KUHP, tentang perdagangan orang, dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun dan denda sebesar Rp600 juta.

Kabid Humas Ahmad Musthofa Kamal juga mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut. Di mana, anak-anak tersebut harusnya masih mengenyam pendidikan dibangku sekolah, namun ternyata juga terhasut oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

"Atas kejadian ini diharapkan kepada para orang tua untuk lebih ketat lagi dalam mengawasi anak-anak, apalagi mereka sudah menginjak masa remaja yang rentan terhadap hal-hal negatif, mudah terhasut dan ingin mencoba sesuatu karena di masa remaja tersebut keingintahuan mereka terhadap hal-hal yang baru sangat tingggi," imbau Kamal.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini