"Saluran-saluran untuk mengungkapkan kegelisahan sudah tidak didengar atau sudah mampet, maka satir itu yang dpakai. Nah apa yang muncul saat ini adalah bagian dari proses itu," lanjut Sigit Pamungkas.
Dengan munculnya satire seperti Nurhadi-Aldo ini, Sigit Pamungkas berharap bisa menormalkan kembali pikiran masyarakat yang sudah jenuh ditengah berbagai macam isu-isu Pemilu 2019 yang sampai saat ini justru semakin menjadi-jadi.
"Dengan satire ini dia ingin menormalkan akal pikir dari masyarakat, akal pikir dari mereka yang berkontestasi, akal pikir dari mereka yang menjadi pendukung masing-masing pihak untuk melihat secara lebih rileks, secara lebih luwes, secara lebih santai tentang fenomena-fenomena politk yang menjadi-jadi," tutupnya.
(Fiddy Anggriawan )