nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tersangka Dalang Pengeboman Kapal AS 'USS Cole' Tewas dalam Serangan Udara

Agregasi VOA, Jurnalis · Senin 07 Januari 2019 09:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 07 18 2000836 tersangka-dalang-pengeboman-kapal-as-uss-cole-tewas-dalam-serangan-udara-BzggrJQn6x.jpg USS Cole diserang ketika mengisi bahan bakar di pelabuhan Aden, Yaman pada Oktober 2000. (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Pejabat militer AS telah mengonfirmasi bahwa serangan udara Amerika Serikat (AS) pekan lalu membunuh salah satu dalang pengeboman kapal perang USS Cole yang menewaskan 17 pelaut pada tahun 2000.

"MILITER HEBAT kita telah membawa keadilan bagi para pahlawan yang tewas dan terluka dalam serangan pengecut terhadap USS Cole. Kita baru saja membunuh pemimpin serangan itu, Jamal al-Badawi," cuit Presiden Donald Trump hari Minggu, menambahkan bahwa upaya AS melawan Al Qaeda akan berlanjut. "Kita tidak akan pernah berhenti dalam perjuangan kita melawan Terorisme Islam Radikal !," katanya.

loading...

BACA JUGA: AS Lancarkan Serangan Udara Targetkan Dalang Pengeboman Kapal AL AS

Pejabat militer AS mengatakan serangan udara AS yang jitu di daerah Marib Yaman pada Selasa menyasar al-Badawi, satu dari enam militan Al Qaeda yang divonis bersalah melakukan pengeboman dan seorang buron dalam daftar Teroris Paling Dicari FBI.

"Jamal al-Badawi adalah agen warisan Al Qaeda di Yaman yang terlibat dalam pengeboman USS Cole. Pasukan AS mengonfirmasi hasil serangan tersebut setelah proses penilaian yang layak," kata pernyataan pada Minggu, 6 Januari dari Komando Pusat AS.

Pada Oktober 2000, 17 pelaut Amerika yang bertugas di kapal perusak berpeluru kendali USS Cole tewas akibat serangan bom bunuh diri di pelabuhan Aden. Puluhan pelaut lainnya cedera. Al Qaeda mengaku bertanggung jawab.

Al-Badawi ditangkap oleh pihak berwenang Yaman pada 2000, melarikan diri dari penjara pada tahun 2003, ditangkap kembali pada 2004, dan melarikan diri lagi pada 2006.

Al-Badawi dikenai 50 dakwaan terkait pelanggaran terorisme, termasuk pembunuhan warga negara AS dan pembunuhan personel militer AS. Selain perannya dalam pengeboman itu, ia dituduh berusaha menyerang kapal Angkatan Laut AS pada Januari 2000.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini