nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga 2 Distrik di Mimika Terserang Wabah Penyakit, Seorang Anak Meninggal

Saldi Hermanto, Jurnalis · Senin 07 Januari 2019 09:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 07 340 2000839 warga-2-distrik-di-mimika-terserang-wabah-penyakit-seorang-anak-meninggal-OWdI3DoF34.jpg Foto: Istimewa

TIMIKA - Warga di dua distrik yakni Distrik Mimika Barat Tengah dan Distrik Amar, Kabupaten Mimika, Papua, diduga terserang wabah penyakit. Seorang anak dikabarkan meninggal dunia akibat peristiwa ini.

Informasi soal wabah penyakit yang menyerang warga pada beberapa kampung di dua distri diperoleh dari salah satu warga yang juga staf di Kantor Distrik Mimika Barat Tengah, Fransisko Waukateyau, yang juga merupakan warga asli di wilayah itu.

Saat dihubungi Okezone via telefon, Minggu (6/1/2019) malam, pria yang akrab disapa Sisko itu mengaku bahwa informasi adanya wabah penyakit yang menyerang warga terutama anak-anak di dua distrik diperoleh dari masyarakat kedua distrik itu melalui sambungan radio SSB.

"Begitu saya ditelefon Orari untuk buka radio, masyarakat dari Kampung Uta sampaikan anak-anak banyak yang kena wabah penyakit. Kami belum tahu penyakit apa, cuma gejalanya panas dingin, mual, muntah-muntah sampai buang air besar," ungkap Sisko.

(Baca juga: Viral Pria Diduga Bupati asal Papua Ngamuk di Kafe Salah Satu Hotel di Makassar)

Namun, dalam kondisi terserang kasus atau wabah suatu penyakit yang belum diketahui itu, pelayanan pada puskesmas setempat tidak maksimal. Pasalnya, banyak dari petugas medis setempat saat kasus ini terjadi sedang tidak berada di tempat. Sehingga kondisi itu menyebabkan pelayanan kepada pasien tidak maksimal.

"Pelayanan tidak mampu karena banyak yang korban (terserang penyakit). Bahkan ada puskesmas yang tutup. Masyarakat sampai minta kunci untuk buka puskesmas," kata Sisko.

Ilustrasi.

Sementara pada Minggu siang, satu orang pasien yang kondisinya kritis hendak dibawa dari kampung menuju Kota Timika, namun karena perahu diterjang ombak terpaksa pasien dibawa ke Puskesmas Amar untuk mendapatkan pertolongan pertama. Sesampai di sana, ternyata banyak juga pasien terutama anak-anak di wilayah itu mengalami gejala yang sama.

"Kita belum pastikan penyakitnya apa, cuma di bawah (kampung) gejalanya seperti itu (muntaber), dan sudah jatuh korban satu anak. Yang lain ada yang kritis, itu sementara mereka bawa menuju Timika tapi karena ombak, jadi mendapatkan pertolongan pertama di Puskesmas Amar," terangnya.

"Sementara di Puskesmas Amar sendiri, informasi yang tadi saya terima di radio bahwa pasien anak-anak juga mengalami gejala yang sama," lanjut Sisko.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini