nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dinkes Belum Bisa Pastikan Adanya Wabah Muntaber di Mimika

Saldi Hermanto, Jurnalis · Senin 07 Januari 2019 17:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 07 340 2001080 dinkes-belum-bisa-pastikan-adanya-wabah-muntaber-di-mimika-z4qnShqiT8.jpg Pasien Sakit (Huffingston Post)

TIMIKA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Papua hingga kini belum bisa memastikan ada dan tidaknya wabah penyakit muntaber yang diduga menyerang warga pada dua distrik di wilayah itu, salah satunya Distrik Mimika Barat Tengah, di Kampung Wakia.

Kepala Dinkes Mimika, Alfred Douw, saat dikonfirmasi awak media, Senin (7/1/2019) mengatakan, pihaknya telah mengutus tim kesehatan dari puskesmas setempat untuk bersama-sama dengan tim kesehatan dari Polri dan TNI mengecek kebenaran informasi adanya dugaan wabah penyakit yang menyerang warga.

 Baca juga: Warga 2 Distrik di Mimika Terserang Wabah Penyakit, Seorang Anak Meninggal

"Tadi pagi jam 4 (tim) sudah berangkat, mungkin sementara lagi mereka sudah tiba di sana. Dan informasi benar atau tidak, itu nanti mereka akan tahu," kata Alfred di Timika.

 https://img.okeinfo.net/content/2019/01/07/340/2000839/warga-2-distrik-di-mimika-terserang-wabah-penyakit-seorang-anak-meninggal-OWdI3DoF34.jpg

Namun, Alfred merasa ganjil terhadap informasi yang disampaikan warga yang merupakan staf di Pemerintahan Distrik Mimika Barat Tengah, Fransisko Waukateyau. Di mana, yang bersangkutan saat menyampaikan informasi sedang berada di Timika.

Selain itu, petugas kesehatan dari puskesmas Wakia baru saja naik ke Timika untuk mengambil obat-obatan kebutuhan puskesmas pada Sabtu, 5 Januari 2019. Sedangkan informasi adanya dugaan warga terserang wabah penyakit disampaikan keesokan harinya, Minggu, 6 Januari 2019. Juga, wabah penyakit muntaber untuk gejalanya baru dapat diketahui setelah satu minggu, paling cepat tiga hari.

 Baca juga: Polisi Bantah Tangkap Mahasiswa Papua yang Demo di Surabaya

"Sekarang kita masih cari tahu, data dan informasi itu dari siapa. Informasinya, datanya dari mana? Karena pada hari Sabtu petugas-petugas (kesehatan) dari Wakia mereka ke Timika, dan berita dikeluarkan hari Minggu. Ini hal yang aneh," ujarnya.

Meski demikian, Dinkes pun tidak bisa mempersalahkan adanya informasi yang disampaikan staf distrik tersebut yang belum dipastikan kebenarannya.

"Kita tanya, kau dapat informasi itu dari mana, (radio) SSB. SSB dari mana? distrik punya atau kesehatan punya? Dia tidak menjawab apa-apa. Sehingga saya kira dia tidak tahu," ujarnya.

Baca juga: Viral Pria Diduga Bupati asal Papua Ngamuk di Kafe Salah Satu Hotel di Makassar

"Sehingga, kita tidak bisa mempersalahkan juga, tetapi di sisi lain kita melihat kebenaran di Mimika Barat Tengah, di Wakia," lanjutnya.

Sebelumnya, pada Minggu 6 Januari 2019, staf Distrik Mimika Barat Tengah, Fransiskus Waukateyau menyampaikan, adanya informasi dari warga bahwa masyarakat pada beberapa kampung di Distrik Mimika Barat Tengah dan Distrik Amar diduga terserang wabah penyakit yang mirip dengan gejala muntaber. Warga banyak yang mengalami mual, muntah, demam dengan kondisi panas dingin dan sering buang air besar (BAB).

Fransisikus yang juga merupakan masyarakat asli Distrik Mimika Barat Tengah, pun menyampaikan adanya informasi bahwa seorang anak meninggal dunia karena diduga terserang wabah penyakit.

Selain itu, ada juga seorang anak yang kondisinya kritis karena diduga terserang wabah. Dimana saat itu anak tersebut terpaksa dibawa ke puskesmas Distrik Amar, dikarenakan kondisi perairan sedang buruk ketika hendak di evakuasi dari Distrik Mimika Barat Tengah menuju Timika untuk mendapatkan pelayanan medis yang memadai.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini