nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sopir Mabuk, Truk Tabrak Guru SD dan Dua Anaknya hingga Tewas

Sigit Dzakwan, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 18:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 08 340 2001661 sopir-truk-mabuk-tabrak-guru-sd-dan-tiga-anaknya-dua-korban-tewas-sOSTw1XWIU.jpg Ilustrasi.

KOBAR - Kecelakaan maut terjadi antara truk dan sepeda motor di Jalan Padat Karya I, Kawasan Bundaran Monyet, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng, Selasa (8/1/2019) pagi.

Korbannya adalah seorang guru SMP, Juhari (38) bersama tiga orang anaknya yang masih kecil. Juhari dan anak keduanya, Ahmad Dhafari (7) yang duduk persis di belakangnya tewas akibat kejadian ini. Anak bungsunya, Ahmad Faeyzafari (5) mengalami beberapa luka dan langsung dibawa ke klinik terdekat. Sementara anak sulungnya, Ahmad Ghifari (11) hingga kini masih menjalani perawatan serius di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

loading...

Sopir truk bernama Markus ternyata tengah mabuk dan positif mengonsumsi narkoba. Akibatnya dia menyetir secara ugal-ugalan.

Ilustrasi.

Pria 30 tahun ini memotong arus di simpang empat dengan langsung berbelok ke kanan, tanpa memutari bundaran persimpangan. Dengan kecepatan tinggi, ia kemudian menabrak pengguna jalan lain dari arah berseberangan.

Juhari saat itu sedang mengantarkan ketiga anaknya ke sekolah lalu berangkat mengajar di SMP Negeri 5 Kumai.

(Baca juga: Pegawai Imigrasi Kecelakaan di Soetta, Mobilnya Ringsek)

Wagiman, guru di SMA Negeri 1 Kumai yang berada tak jauh dari lokasi kecelakaan, bersama warga langsung melarikan Juhari dan dua anaknya ke rumah sakit, sedangkan anak sulung sudah terlebih dulu diselamatkan warga ke klinik terdekat.

“Bapaknya meninggal dunia tak lama setelah tiba di rumah sakit. Beberapa jam kemudian anak keduanya pun mengembuskan napas terakhirnya,” ujar Wagiman.

Kasatlantas Polres Kotawaringin Barat, AKP Marsono mengatakan, Markus, sang sopir ugal-ugalan itu, selain dalam keadaan mabuk, juga dipastikan positif memakai narkoba setelah menjalani tes urine pagi tadi.

"Kecelakaan karena kelalaian pengemudi truk," kata dia, Selasa siang.

Marsono menjelaskan, pada saat mengemudikan truk jenis Mitsubishi Canter bernomor polisi L 9132 AQ, Markus tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Hingga sore ini, anak bungsu Juhari, Ahmad Faeyzafari masih dirawat di klinik terdekat lokasi kejadian. Sementara anak sulungnya, Ahmad Ghifari (11), hingga kini masih menjalani perawatan serius di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini