Juhari saat itu sedang mengantarkan ketiga anaknya ke sekolah lalu berangkat mengajar di SMP Negeri 5 Kumai.
(Baca juga: Pegawai Imigrasi Kecelakaan di Soetta, Mobilnya Ringsek)
Wagiman, guru di SMA Negeri 1 Kumai yang berada tak jauh dari lokasi kecelakaan, bersama warga langsung melarikan Juhari dan dua anaknya ke rumah sakit, sedangkan anak sulung sudah terlebih dulu diselamatkan warga ke klinik terdekat.
“Bapaknya meninggal dunia tak lama setelah tiba di rumah sakit. Beberapa jam kemudian anak keduanya pun mengembuskan napas terakhirnya,” ujar Wagiman.
Kasatlantas Polres Kotawaringin Barat, AKP Marsono mengatakan, Markus, sang sopir ugal-ugalan itu, selain dalam keadaan mabuk, juga dipastikan positif memakai narkoba setelah menjalani tes urine pagi tadi.