Namun di Instagram, pengikut akun Nurhadi-Aldo lebih besar daripada akun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (94,8 ribu) dan Golkar (9,7 ribu).
Dalam sejumlah unggahannya, penggagas Nurhadi-Aldo menyindir realitas politik, antara lain dengan kutipan, "PKI dan isu kepercayaan radikal merupakan manuver politik kelas penguasa untuk menarik simpati massa."
Ada pula kutipan, "Nasionalisme hanyalah dalih penguasa untuk mengontrol rakyat."
Akun Nurhadi-Aldo juga menyindir partai politik tertentu, salah satunya dengan berkata, "Partai sebelah berani menolak poligami, tapi enggak berani membawa isu LGBT."
Salah satu penggagas sekaligus tim sukses pasangan fiktif ini, Edwin, menyebut kelompoknya mendiskusikan secara serius setiap unggahan satir politik. Meski lebih mudah ditangkap sebagai ungkapan jenaka, ungkap dia, kalimat-kalimat tersebut menggambarkan realitas politik Indonesia saat ini.