JAKARTA – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan Partai Golkar belum mampu menyalip tingkat elektabilitas Partai Gerindra, yang berada di posisi dua besar atau runner up. Golkar perlu mencari pendongkrak yang sifatnya 'big bang' untuk mengalahkan Gerindra.
"Tanpa ada sumber pendongkrak baru yang sifatnya big bang, Golkar akan sulit bersaing dengan Gerindra," ujar peneliti LSI Denny JA, Adrian Sopa di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (8/1/2019).
LSI Denny JA mencatat pada Agustus 2018, Gerindra elektabilitas 13,1%, September 11,5%, Oktober 11,3%, November 14,2%, dan Desember 12,9%. Dalam survei LSI Denny JA, elektabilitas Gerindra menempati posisi kedua di bawah PDI Perjuangan.
Sementara Golkar yang menempati urutan ketiga, pada Agustus 2018 memiliki elektabilitas 11,3%, September 10,6%, Oktober 6,8%, November 9,7%, dan Desember 10,0%.
