nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Koreksi Presiden Jokowi, Anies Sebut Kerugian Akibat Kemacetan di Jabodetabek Rp100 Triliun Bukan Rp65 Triliun

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 18:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 09 338 2002212 koreksi-presiden-jokowi-anies-sebut-kerugian-akibat-kemacetan-di-jabodetabek-rp100-triliun-bukan-rp65-triliun-xBmbHK15Pn.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Okezone/Fadel Prayoga

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut kemacetan di wilayah Jakarta, bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) merugikan perekonomian senilai Rp65 triliun.

Namun, angka tersebut dikoreksi Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Sebab nilai kerugian akibat masalah macet di Jabodetabek sebesar Rp100 triliun.

"Ketika rapat sudah mulai, teman-teman media sudah keluar, angka itu dikoreksi oleh Pak Wakil Presiden (Jusuf Kalla), dan kami juga angkanya sama, yaitu Rp100 triliun, lebih besar," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Foto: Okezone/Arif Julianto 

Selama ini, kata dia, pihaknya tak memiliki kewenangan untuk mengatasi permasalahan kemacetan di kawasan Jabodetabek. Akhirnya, pemerintah pusat memercayai Pemprov DKI Jakarta untuk memegang koordinasi dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Baca: Fakta Kemacetan Bikin Rugi Rp65 Triliun: MRT hingga TOD Jadi Solusi 

Baca: Optimisme Jokowi untuk Atasi Kemacetan Jabodetabek

"Beliau (Presiden) menunjukkan bahwa kasus-kasus betapa sulitnya mengatur kendaraan umum di Jakarta kalau kewenangannya tersebar," imbuh dia.

Foto/Okezone 

Menurut Anies, daerah-daerah penyangga Ibu Kota dirasa kurang mengeluarkan kebijakan agar masyarakatnya terdorong untuk menggunakan transportasi umum. Karena itu, pihaknya akan mengajak seluruh kepala daerah di Jabodetabek untuk duduk bersama mencari solusi dari masalah kemacetan.

"Dalam urusan transportasi ini, Presiden melihat pentingnya DKI menjadi leading party, pihak yang mengkoordinir," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyayangkan besarnya anggaran yang menguap akibat permasalahan transportasi di Jabodetabek. Ia telah menerima laporan Bappenas yang menyatakan bahwa setiap tahun pemerintah kehilangan uang Rp65 triliun akibat masalah kemacetan.

"Saya hanya membayangkan hitungan Bappenas yang saya terima setiap tahun kita kehilangan Rp65 triliun di Jabodetabek gara-gara kemacetan. Rp65 triliun per tahun," kata Jokowi dalam rapat 'Pengelolaan Transportasi Jabodetabek' di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini