nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selundupkan Sabu, Perempuan asal Vietnam Divonis 12 Tahun Penjara

CDB Yudistira, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 00:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 09 525 2001781 selundupkan-sabu-perempuan-asal-vietnam-divonis-12-tahun-penjara-9LvMi8MzYD.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

BANDUNG - Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada wanita warga negara Vietnam, Ngo Thi Ngoc Dung (52). Ia juga dikenakan denda Rp1 miliar subsidair kurungan tujuh bulan lantaran terbukti bersalah menyelundupkan narkotika jenis sabu ke Indonesia, melalui Bandung.‎

"Menjatuhkan terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama 12 tahun, denda Rp1 miliar, subsidair kurungan tujuh bulan," kata Ketua Majelis hakim, Fuad Muhamadi, saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Selasa (8/1/2019).

Vonis tersebut lebih ringan dua tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bandung, yakni hukuman penjara 14 tahun dan denda Rp1,5 miliar, subsidair kurungan enam bulan penjara.

Majelis hakim mengungkapkan bahwa penangkapan terdakwa berawal pada Minggu 5 Agustus 2018 lalu sekitar pukul 09.15 WIB. Saat itu petugas Bea Cukai Bandara Husein Sastranegara, Puti Karismanya mencurigai salah seorang penumpang Silk Air dari Singapura menuju Bandung. Penumpang tersebut merupakan WNA asal Vietnam dan sebelumnya transit di Kamboja.

Sabu

Kemudian saksi Putu melakukan pemeriksaan barang bawaan terdakwa melalui x-ray, dan saat terdakwa akan digeledah badannya terlihat gugup. Kecurigaan saksi semakin bertambah, hasilnya setelah diperiksa ditemukan empat bungkus plastik klip bening berisi serbuk kristal dalam pampers yang dipakai terdakwa.

Terdakwa pun langsung dibawa oleh petugas bea cukai dan dilakukan pemeriksaan. Kemudian saksi melaporkan penemuan tersebut ke Sat Narkoba Polrestabes Bandung. Saat diperiksa terdakwa mengaku disuruh menyerahkan sabu sabu tersebut ke Tony (DPO) di Bandung, oleh lelaki tidak dikenal di Kamboja.

Terdakwa mengaku diberikan upah USD400 untuk memberikan narkotika tersebut kepada Toni. Sementara hasil pemeriksaan laboratorium, jika serbuk kristal yang dibawa terdakwa terbukti mengandung methapetamine atau sabu-sabu dengan berat bersih kurang lebih satu kilogram.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini