Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pandangan Seorang Germo soal Kasus Prostitusi Vanessa Angel

Fathnur Rohman , Jurnalis-Rabu, 09 Januari 2019 |14:17 WIB
 Pandangan Seorang Germo soal Kasus Prostitusi Vanessa Angel
Foto: Okezone
A
A
A

CIREBON - Kasus prostitusi online yang melibatkan salah satu artis FTV Vannesa Angel, saat ini telah menjadi perhatian publik. Hal itu bisa dilihat dari masifnya pengguna media sosial yang berkomentar, terkait tarif kencan Vannesa yang dibandrol hingga Rp80 juta.

Seorang germo, sebut saja Aldi (nama samaran) yang sudah lama melakukan bisnis prostitusi di wilayah Jawa Barat , turut menyoroti perkembangan kasus prostitusi online tersebut. Dirinya sangat menyayangkan atas sejumlah pemberitaan media, yang secara gamblang menyebutkan nama asli Vannesa.

"Saya sangat menyayangkan, karena banyak media yang menyebutkan nama aslinya, kenapa tidak pakai inisal. Itu sangat merugikan personalnya, serta itu juga pencemaran nama baik, " ujar Aldi kepada Okezone, Rabu (9/1/2019).

 (Baca juga: Polisi Jerat 2 Muncikari Prostitusi Online Vanessa Angel dengan Pasal Berlapis)

Ia sendiri mengungkapkan, bisnis prostitusi tersebut tidak akan hilang, meski kasus yang menyeret Vannesa terungkap. Bahkan menurutnya, bisnis seperti ini akan tumbuh lebih banyak lagi, karena menyangkut sisi ekonomi, baik si muncikari maupun PSK (Pekerja Seks Komersial).

"Bisnis ini tidak akan mati, karena kasus yang menyeret Vannesa. Bahkan nantinya akan semakin banyak, karena ini menyangkut ekonomi semua," ungkap dia.

ss

 (Baca juga: Polisi Janji Ungkap 45 Artis dan 100 Model Pelaku Prostitusi Online)

Dirinya menjelaskan, selama menjalankan bisnis haramnya tersebut, ia pasti selalu menjaga privasi semua PSK dengan nama samaran. Dalam prakteknya, ia akan membandrol harga setiap PSK mulai dari Rp10 juta sampai Rp25 juta. Omzet yang didapatkannya dari perorang maupun perbooking adalah 50 persen. Setiap PSK tidak akan mengetahui tarif kencan yang dibayar si pemesan, karena mereka hanya tahu bayaran yang diberikan oleh dirinya.

"Saya menjaga privasi mereka dengan nama samaran. Omsetnya 50 persen baik perorang ataupun perbooking, hal itu karena semua uang yang dibayar masuk ke rekening saya. Saya sendiri yang mengatur transport, penginapan, rokok, hingga minuman. Mereka tidak tahu kalau pemesan bayar berapa, hal itu karena mereka tahunya uang yang saya berikan saja, saya yang ngatur" jelasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement