Warga beristirahat setelah upacara Rambu Solo (foto: BBC News Indonesia)
Peristiwa serupa juga pernah terjadi sebelumnya. Musa Salama, tokoh adat di Toraja Utara mengatakan kejadian ini disebut sebagai "Mate Nalese Tedong" atau meninggal diinjak kerbau, sehingga pihak keluarga dari korban yang meninggal tersebut tidak dapat menuntut kepada keluarga yang melakukan upacara kematian.
"Pihak keluarga Lai' Boba atau Ne' Sarce yang ditabrak dan diinjak kerbau hingga meninggal dunia, berdasarkan budaya dan adat istiadat setempat tidak bisa menuntut karena ini "Mate Nalesse tedong" (Meninggal diinjak kerbau)," kata Musa Salama, Tokoh Adat di Bori, Toraja Utara.
Berdasarkan kepercayaan adat setempat, kerbau yang disembelih menjadi tunggangan mereka yang meninggal menuju nirwana.
Rambu Solo adalah upacara kematian untuk menghormati orang tua yang telah meninggal sebagai pertanda hormat atas jasa-jasa semasa hidupnya.