BOGOR - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor terkait simbol satu jari saat menghadiri kegiatan cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin di Pesantren Al-Ghazali, Kota Bogor, Jawa Barat.
Bima menegaskan bahwa simbol satu jari yang dilakukannya dalam acara silaturahmi dan ziarah itu tidak ada unsur kampanye. Simbol tersebut hanya sekedar ekspesi saat memberikan keterangan terkait maksud kedatangannya dalam kegiatan Ma'ruf Amin.
"Saya diundang oleh ponpes secara pribadi lewat surat dan WhatsApp. Saat itu pak kiai sedang press conference, saya diminta duduk di depan pak kiai. Teman-teman wartawan spontan bertanya maksud kedatangan saya. Secara insting, reflek mengatakan maksudnya satu, saat saya mengatakan satu disertai penekanan dan penguatan makna simbol satu," ungkap Bima, Jumat (11/1/2019).
Menurutnya, penekanan simbol satu yang ditunjukkan dalam acara tersebut hanya sebagai ekspresinya dalam berbicara dan bukan untuk berkampanye.
"Waktu hari libur, saya ke sana karena undangan, bukan untuk kampanye dan jadi simbol satu itu lebih kepada penguatan makna alasan saya datang ke sana yaitu satu memuliakan tamu. Saya orangnya ekspresif, kalau dua saya kasih simbol dua, kalau semangat saya kepalkan tangan. Itu barangkali yang ditafsir macam-macam," paparnya.