Bawaslu Panggil Wali Kota Bogor Bima Arya Gara-Gara Pose Satu Jari

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 20:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 11 605 2003313 bawaslu-panggil-wali-kota-bogor-bima-arya-gara-gara-pose-satu-jari-ysNbPGHqGP.JPG Wali Kota Bogor, Bima Arya (Foto: Putra Ramadhani/Okezone)

BOGOR - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor terkait simbol satu jari saat menghadiri kegiatan cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin di Pesantren Al-Ghazali, Kota Bogor, Jawa Barat.

Bima menegaskan bahwa simbol satu jari yang dilakukannya dalam acara silaturahmi dan ziarah itu tidak ada unsur kampanye. Simbol tersebut hanya sekedar ekspesi saat memberikan keterangan terkait maksud kedatangannya dalam kegiatan Ma'ruf Amin.

loading...

"Saya diundang oleh ponpes secara pribadi lewat surat dan WhatsApp. Saat itu pak kiai sedang press conference, saya diminta duduk di depan pak kiai. Teman-teman wartawan spontan bertanya maksud kedatangan saya. Secara insting, reflek mengatakan maksudnya satu, saat saya mengatakan satu disertai penekanan dan penguatan makna simbol satu," ungkap Bima, Jumat (11/1/2019).

Menurutnya, penekanan simbol satu yang ditunjukkan dalam acara tersebut hanya sebagai ekspresinya dalam berbicara dan bukan untuk berkampanye.

"Waktu hari libur, saya ke sana karena undangan, bukan untuk kampanye dan jadi simbol satu itu lebih kepada penguatan makna alasan saya datang ke sana yaitu satu memuliakan tamu. Saya orangnya ekspresif, kalau dua saya kasih simbol dua, kalau semangat saya kepalkan tangan. Itu barangkali yang ditafsir macam-macam," paparnya.

Bima yang juga menjabat sebagai Wasekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu pun kembali menegaskan terkait netralitasnya sebagai kepala daerah dalam Pilpres 2019.

"Bisa dilihat di berbagai media saya sudah izin ke partai untuk netral tidak dukung paslon manapun di Pilpres karena ingin fokus kerja dan ingin menjaga kebersamaan di Kota Bogor. Saya rasa tidak elok kalau wali kota itu sibuk kampanye," tambah Bima.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Bogor, Yustinus Elyas Mau mengatakan, dalam pemeriksaan ini Bima Arya diajukan sebanyak 15 pertanyaan seputar dugaan kampanye terselubung dengan memakai simbol satu jari.

Walkot Bogor Bima Arya

"Ada sekitar 15 pertanyaan dan sudah dijawab semua. Ini pemeriksaan awal, masih kumpulkan data informasi apakah unsur kampanye memenuhi atau tidak, kalau tidak di close di sini," ujar Yustinus.

Untuk tahapan selanjutnya, kata dia, pihaknya akan mengumpulkan data-data untuk selanjutnya dirapat plenokan di tingkat Bawaslu Kota Bogor.

"Inikan sudah hari ketiga, kemarin kita sudah mengumpulkan keterangan dari Panwascam, tim pemenangan daerah dan lainnnya. Tahapan selanjutkan pengumpulan data karena kita ada tim investigasi, lalu kita plenokan. Mungkin satu dua hari selesai, paling telat Selasa besok," pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto hadir dalam kunjungan calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin di Pesantren Al-Ghazaly, Kota Bogor, Jawa Barat pada Sabtu 5 Januari 2019 lalu. Dalam kesempatan itu, Bima Arya yang mengenakan koko putih dibalut peci hitam sempat memakai simbol satu jari kepada wartawan saat memberikan keterangan. Sontak hal itu menimbulkan pertanyaan terkait maksud simbol satu dan netralitasnya di Pilpres 2019.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini