Bima yang juga menjabat sebagai Wasekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu pun kembali menegaskan terkait netralitasnya sebagai kepala daerah dalam Pilpres 2019.
"Bisa dilihat di berbagai media saya sudah izin ke partai untuk netral tidak dukung paslon manapun di Pilpres karena ingin fokus kerja dan ingin menjaga kebersamaan di Kota Bogor. Saya rasa tidak elok kalau wali kota itu sibuk kampanye," tambah Bima.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Bogor, Yustinus Elyas Mau mengatakan, dalam pemeriksaan ini Bima Arya diajukan sebanyak 15 pertanyaan seputar dugaan kampanye terselubung dengan memakai simbol satu jari.
"Ada sekitar 15 pertanyaan dan sudah dijawab semua. Ini pemeriksaan awal, masih kumpulkan data informasi apakah unsur kampanye memenuhi atau tidak, kalau tidak di close di sini," ujar Yustinus.